Friday, November 22, 2013

Kesan pertama membaca buku "Menikah Untuk Bahagia"

image source : http://www.indranoveldy.com/menikah-untuk-bahagia

Aku langsung tercerahkan pertama kali membaca kalimat pengantar dari tulisan mas Mas Indra Noveldy dan mbak Nunik Hermawati dalam bukunya yang berjudul Menikah Untuk Bahagia : Formula Cinta Membangun Surga di Rumah.
 
"Mama, Papa, Ibu, Bapak..
Buku ini kami persembahkan untukmu
Maafkan kami yang terlalu lama berproses.
Maafkan kami yang telah melukai hatimu.
Maafkan kami yang belum bisa membahagiakanmu
Kami tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu
Kami tidak akan pernah mampu
Ridhoi kami..
Ridhoi proses yang telah kami jalani
Kami ingin sekali engkau tersenyum
Melihat kami, anak-anakmu yang sekarang bisa memberi manfaat.."
Sebenarnya itu hanya sebuah rangkaian kalimat persembahan dari sepasang anak kepada orangtuanya, permohonan maaf dan permohonan keridhoan atas segala yang mereka hadapi. Hanya saja, entah bagiku itu juga sangat cocok bila dibaca oleh kedua orangtuaku, makanya aku jadi terpikir untuk 'menghadiahi' mereka buku ini.

Buku ini dibagi menjadi 5 bagian : (1) Tujuan, (2) Mindset, (3) Knowledge and skill, (4) Komitmen, dan (5) berserah. Sekilas aku melihat bahwa subbab-subbab yang ada dapat dibaca secara acak --begitu pula kata penulisnya-- karena tiap subbabnya mengandung gagasan-gagasan tidak runut namun bermakna.

* * * * *

Baru kusadar, aku bahkan belum masuk pada bagian ke-1 dari buku ini, tapi rangkaian kisah yang diberikan @bundanoveldy (mbak nunik) menjawab semua kekhawatiran dan ekspektasiku terhadap buku ini. Tulisannya dimulai dengan beberapa kutipan yang powerfull bagi sebuah pernikahan.

"Kebahagiaan pernikahan tidak diantar malaikat di atas nampan emas ke hadapan anda. You have to fight for it!!"

"The best thing a parent can do for a child is to love his/her spouse."

* * * * *

PERNIKAHAN IMPIAN, NIKMATI PROSESNYA
Aku langsung tertarik ketika beliau menceritakan bahwa adanya turbulensi hebat pada awal-awal pernikahan mereka dan bahkan dikatakan sering terjun bebas menuju jurang perpisahan. Maksudku, kini mereka adalah pasangan yang memberikan relationship coaching, dan tak pernah kubayangkan bahwa mereka mengalami hal itu juga --sebuah pernikahan, tentu saja mengalami banyak permasalahan . Aku jadi bisa menangkap bahwa buku yang kini hadir ini di tanganku merupakan saripati berharga yang diinduksi dari permasalahan-permasalahan mereka, dan punya misi untuk berbagi --agar sepasang suami-istri mampu melalui masa-masa sulitnya.

Ditulis dengan gaya penulisan diary --sangat personal, dari sudut pandang seorang perempuan. Mereka saling mencintai, namun tanpa disadari ternyata saling menyakiti. Kekhawatiranku disebutkan, maka aku semakin merasa cocok dengan buku ini, hehehe..

Kau tahu, bagaimana rasanya bila kita punya suami yang too good to be true, yang impiannya adalah kita? Yang impiannya mewujudkan sebuah keluarga yang penuh kehangatan dan kasih sayang? Maka istri adalah impiannya, maka istri sebagai komponen yang berperan besar untuk mewujudkannya.
Dari sudut pandang sang istri, banyak hal yang membuatnya kemudian merasa membunuh impian suaminya!  Beberapa penyesalan dan penyalahan atas kekurangan diri dimunculkan dengan sangat jujur, dan betapa ia berusaha memperbaikinya. Bayangkaaan!

Tapi, a man with a dream will not be denied; and if the dream is big enough, the facts don't count!Begitulah sang istri menggambarkan suaminya, seorang manusia yang menjaga dan bertahan dengan impiannya apapun yang terjadi.  What a though guy!

Aku kemudian mencoba merenung, membayangkan akan seperti apa bahtera pernikahanku nanti. Dua orang yang sangat berbeda dengan isi otak dan mimpi yang berbeda, harus hidup bersama dan berupaya mewujudkan mimpi bersama. Ya, mimpi bersama itu harus ada, bukan sebuah kewajiban melainkan sebuah konsekuensi logis dari sebuah pernikahan, bukan? Mereka memasuki pernikahan dengan impiannya masing-masing, namun bentuk kasih sayang Allah adalah dengan memberinya ujian luar biasa untuk mewujudkannya.

Aku mendapat pelajaran yang luar biasa,bahwa perubahan begitu 'enak' terdengar, namun sering kali kulupakan jatuh bangun proses mempraktekannya. "Tidak ada yang enak dan nyaman dalam proses untuk berubah, tetapi sangat berharga untuk dinikmati..", begitu katanya. Dan bagian yang paling kusuka adalah ini "Dia memberi banyak pelajaran berharga dan membuatku bisa berpikir benar. Seorang suami yang tidak mau memanjakan istri dengan melindungi dari rasa sakit untuk tumbuh."

Dari 10 pelajaran yang beliau tuliskan, 9 nya kurasa terjadi padaku juga. Haha! Kau baca saja ya bukunya hihi

Kemudian aku terkejut karena turbulensi dalam pernikahan mereka membuat sang istri semakin mengenal diri. Turbulensi yang membuatnya terus belajar mendalami karakter diri. Mungkin ini salah satu kekhawatiranku yang lain, tapi kemudian menjadi lecutan untuk segera selesai dengan diri sendiri.


Sebuah upaya pengikatan makna dari pengantar buku MUB
Baru nulis tentang pengantaaar :)

16 Oktober 2013


Mayonaise dan salad ala Supir Angkot


Saya aneh ngga sih, merasa aneh denger pembicaraan abang angkot yang topiknya mayones dan salad? hehe
image source : http://budiboga.blogspot.com/2006/05/resep-salad-mayonnaise-sauce-french.html

* * * *

Pikiran saya tergelitik kala mendengar pembicaraan ringan antara pak supir angkot dengan ibu-ibu. Entah darimana perbincangan dimulai, mereka membahas mayonaise dan salad.

Pak Supir (PS) : … iya, pakai tomat, daun selada dan bengkoang..
Ibu-Ibu (IB) : selada biasa tea?
PS : Iya, yang biasa. Pakai Bombay, dipotong-potong dicampur sama mayones, di aduk-aduk. Mun di urang mah jiga gado-gado kitu. (kalo di kita mah kaya gado-gado gitu)
IB : Oooh.. Iya, iya..
PS : Enak ya bu, aslinya makanan eropa eta teh..

* * * *

Sebuah perbincangan ringan, yang bagi saya entah mengapa begitu mengagetkan. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir salad adalah sesuatu yang istimewa. Bukannya sombong, saya sih kan kalo ada kondangan nikahan bisa makan salad berasa gratis! *lemparsepatu*
Bisa jadi pikiran saya masih 'terjajah barat' sehingga berpikir bahwa salad lebih keren dari gado-gado. Saat itu saya hanya berpikir: "wah gaya euy, topik pembicaraannya!"
Kemudian saya takut, semoga pikiran itu bukan pikiran yang lahir dari kesombongan, atau perasaan diri 'lebih' dari yang lain. Astaghfirullah.

8 Oktober 2013

ternyata menulis itu bagi saya...

Menulis itu bagi saya, ternyata merupakan separuh nyawa.
Saya dan beberapa teman yang mengenal saya, sangat tahu bahwa saya sangat suka menulis, ya, literally menulis dengan pulpen dan buku. Mungkin tidak ada yang aneh dengan itu, toh banyak orangpun menulis di buku agendanya.

Saya menulis (dengan pulpen) apapun. Hasil rapat, materi, lintasan pikiran, inspirasi, hikmah, jadwal harian, dll. Menulis membantu saya memahami suatu masalah. Menulis membantu saya mengingat, karena saya akan ingat secara visual, hampir persis apa yang telah saya tulis.

Kebiasan menulis saya, sejauh ini belum membuat saya kemudian memiliki pola pikir yang sistematis. Ya, dalam menulis saya masih abstrak. Meskipun beberapa teman bilang bahwa catatan saya rapi, tapi saya belum berkemampuan untuk membuatnya mudah dimengerti orang.

CARA SAYA MENULIS
Saya masih dalam tahap mencari model pencatatan yang tepat bagi saya. Pernah saya membagi catatan aktivitas saya ke bererapa buku, namun tidak efektif karena jadi tercecer. Pernah juga saya menjadikan 1 buku sebagai kumpulan semua aktivitas saya, merasa mudah tapi terkadang merasa bahwa cara penulisan saya menjadi tidak terorganisir.  Saya berharap dan yakin kepada Allah bahwa suatu saat saya akan menemukan pola penulisan yang  paling sesuai dengan diri saya. Prinsip saya, semua lebih baik bila terdokumentasikan, tidak peduli seberantakan apa.

MENULIS ADALAH INDIKATOR PRODUKTIVITAS
Baru saya sadari, bagi saya menulis adalah salah satu indikator produktivitas. Banyaknya aktivitas/amanah membuat kita lebih butuh mengatur waktu, kemudian merencanakan jadwal jadwal, dan semangat dalam mencari ilmu. Saat itu buku saya penuh dan saya sangat bersemangat.
Namun ketika tak ada kegiatan, tak ada sesuatu yang perlu saya atur, kemudian membuat saya menjadi mager  (malas gerak), dan akhirnya tidak banyak menulis.
Saya bisa tahu dari buku catatan saya, mana masa-masa produktif saya, mana masa-masa  yang kurang bermanfaat. Contoh lainnya, saya punya kebiasaan menuliskan pengeluaran dan pemasukan harian, ketika memasuki masa TA-seminar-sidang, kebiasaan saya perlahan menghilang. Hasilnya? Pengaturan keuangan berantakan, tidak terkontrol dan sering merasa "uangku-lari-kemana-ya". Hehe

Bagi saya, menulis berarti mengawali tekad, merencanakan, memberi perhatian. Merencanakan dengan tulisan berarti peduli dengan kemuliaan yang bisa diraih di masa depan :)

21 September 2013
 

perhatian pada hal kecil

Kenapa sesuatu itu terlihat begitu kumuh?
Kumuhnya tidak terjadi dalam semalam, tapi dari proses panjang yang dibiarkan.
Kalau saja kita mau lebih memperhatikan minimal apa yang menjadi tanggungjawab kita,
Kurasa kekumuhan itu menjadi tidak ada

30 Oktober 2013
19:27:04
Dalam sebuah angkot yang kurang nyaman.

* * * *
Sebenarnya dengan setiap hari berada pada kamar tidur sendiri saja seharusnya pikiran itu bisa terlintas,  hehe. Ga sekumuh banget gitu juga si kamar gue haha! Lintasan pikiran memang muncul kapan saja,
yaa, hikmah ngangkot mayan :)

Thursday, November 21, 2013

mungkin ini saatnya kembali mempedulikan orang lain

Untuk yang pernah merasa seperti ini,
Kau sedih, tak ada orang yang memperdulikanmu. Orang-orang hanya mau berteman dengan teman yang lain. Rasanya tak ada yang mengerti kamu kecuali ada berita kau mati bunuh diri. Temanmu sibuk semua, mereka tidak pernah menghubungimu, mereka tidak pernah mengajakmu pada hal-hal yang bisa dikerjakan bersama. Orangtua? Oh kau bisa berharap apa? Selama ini mereka tidak pernah mengerti dirimu kan? Kau merasa seperti hidup di neraka. Bahkan psikolog ternamapun mungkin akan angkat tangan mengatasi masalahmu.

Langitmu serasa runtuh? Bumi serasa menelanmu? Tidak ada termpat bernaung? Mungkin kau sama denganku?

* * *
Yah, Kurasa ini saatnya kau bertaubat. Kurasa belakangan ini kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri, kau tak lagi memerhatikan teman-teman dan orang di sekelilingmu. Kau lupa dengan hak-hak yang biasa kau tunaikan pada sahabat-sahabatmu. Kau terus mencari solusi jauh di luar dirimu tanpa menyadari bahwa sebenarnya solusimu ada dirimu sendiri.

Yaa, mungkin ini sangat berat, dan kutahu kau masih tak bisa mempercayaiku. Tapi percayalah, ketika kau merasa sangat kesepian dan mengharapkan adanya perhatian dari orang lain, itulah saatnya kau mulai peduli dan memerhatikan orang lain. Sesederhana itu saja.


9 Oktober 2013

kursi artis : berbagi rezeki, berbagi pengorbanan


Rezekimu tidak selalu yang hadir secara nyata di depan matamu, terkadang ia hadir dari pengorbanan orang lain. Pernah menyadarinya?

* * *
Saat itu sudah malam, angkutan umum semakin jarang. Lelah sudah menerjang, dapat duduk nyaman dalam perjalanan pulang sudah terbayang. Segera setelah dapat angkot, saya upayakan dapat duduk senyaman mungkin, walaupun hanya dapat duduk di kursi artis.

Daripada bengong, sepanjang perjalanan, saya fokus terus sama telepon genggam. Yang penting saya bisa duduk nyaman, ngga mengganggu orang toh?

* * *

Saya lupa persisnya kapan, saat itu angkot yang ditumpangi sudah terisi penuh, hanya tersisa satu kursi kosong di depan pintu, di kursi artis. Saya sendiri duduk tepat dikursi itu, hanya bersiap berbagi sedikit bila kemudian ada penumpang.

Tak lama seorang remaja berukuran agak besar masuk dan duduk tepat disamping saya, di tempat yang rawan jatuh itu. Sebagai penumpang baru, tentu dia berusaha untuk duduk dengan nyaman. Menjaga barang bawaannya agar tidak jatuh dan mulai tenggelam dalam aktivitasnya dengan telepon pintarnya. Saya hanya bisa "setengah duduk " menahan pegalnya kaki yang menumpu sebagian berat  badan, tanpa berkata apa-apa namun jadi memkirkannya sepanjang perjalanan pulang.

* * *

Mungkin kau akan ingat pada para petani padi, penjual beras dan penemu ricecooker atas nasi yang ada di piringmu
Mungkin kau akan ingat pada petani kelapa, pemanjatnya, penjualnya, pelepas sabutnya, pemecah batoknya, pemarut daging kelapanya, pengekstrak santannya dan pembuat cendol atas segelas cendol dingin segar bersantan yang kau minum di terik matahari

Kita itu banyak ngga tau nya. Bersyukurlah atas skenario Allah yang indah


Kamar, 3 Oktober 2013
22:16

Being an assistant

Bismillah..
Bagi kebanyakan orang mungkin, menjadi asisten merupakan suatu hal yang biasa saja. Mendaftar, diterima,  jalani. That's all. Tapi tidak bagi saya. Entah mengapa baru pada tahun ke 4 saya menjadi asisten praktikum.

Semester 8 kemarin saya menjadi asisten Praktikum Proyek Tumbuhan, mendampingi adik-adik Biologi angkatan 2011. Itu sangat menyenangkan! Semester 8 itu saya dengan lebay dan sebetulnya-tidak-perlu-nya mengambil 20 SKS, padahal seharusnya fokus saja pada TA. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah keduanya bisa saya jalani.

PRG, alin, desy, silato, dikdik, rahman, ita, levi, fii, (tami nyempil), tria, ani, friska, ganjar, riksa, dan nida, era, mamik. (Foto di Taman Bunga Nusantara)

Yak, 1 semester udah berlalu. Praktikum kali ini peraturannya ketat banget. Kalo telat masuk ngga boleh praktikum; laporan ngga ada literaturnya, diminus banyak, dll. Ketat, tapi kondisinya memang harus seperti itu :) Terimakasih  dan maaf kepada Madame Tria sebagai pimprak telah memimpin kami dengan sangat galak disiplin :P Sangat saya syukuri karena turbulensi Projek tumbuhan ini memang membutuhkan kedisiplinan tinggi dari seluruh asisten (terutama saya yang lenje-lenje -_-). Superduper terimakasih banyakk :')) Juga pada para asisten yang selama bekerja bersama banyak kekurangan yang saya lakukan, banyak merepotkan. mudah-mudahan pilihan kita menjadi asisten tidak hanya menambah pengalaman, tapi juga menambah berat timbangan kita kelak yaa.. aamiin..
Terimakasih juga pada bu rizkita, yang dengan ini saya jadi tahu betapa beliau sangat care pada anak-anak didiknya :')

* * * *
Yang paling saya sukai dari menjadi asisten adalah interaksi dengan adik-adik. Bahwa kita menjadi kakak yang harus lebih banyak ilmunya memang iya, namun mengkomunikasikan pada adik-adik begitu menyenangkan. Saya jadi teringat pada mentoring yang pernah saya lakukan, bersyukur bahwa dengan itu saya sedikit-banyak terasah kemampuan berbicaranya dan setidaknya lebih PD.

Dengan menjadi asisten praktikum, kita menjadi lebih kenal dengan angkatan tersebut. Semakin banyak kenal, semakin banyak peluang manfaat yang bisa dibagikan, insyaallah.

 Kelompok 5 pencil kya kyaaaaa :* Gina, mery, uli, bejo, idir. (di taman bunga Nusantara juga)

Selamat atas sabetan PROTUM award, sebagai salah satu kelompok terbaik dan presenter terbaik :D
Maaf banyak sekali kekurangan saya sebagai asisten pencil >,< Terimakasih atas kebersamaannya :')

Alhamdulillah :)

Kamar, 21 Mei 2013

Friday, October 25, 2013

suatu saat :')

Ada sebuah tembok yang kuat
Di sekelilingku yang melindungiku
Dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku

Jiwa yang terlindung akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi. Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu menghidupkan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada dalam dirinya: buahnya keindahan.

Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu seperti menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan Abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar bangunan hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu di atas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan doa ini dengan lembut:

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptanya.”

--Anis Matta –

Sujud dalam shalat : Bentuk Penyerahan Diri Ideal Manusia

"Titik balik terjadi ketika salah satu teman mengajak aku ke masjid. Ini pertama kalinya aku masuk masjid. Aku ikut pertemuan dengan belasan perempuan Pakistan. Mereka duduk mendengarkan khotbah. Seusai khotbah, teman mengajakku untuk tinggal sebentar karena ia hendak salat. Ini pertama kali aku melihat Muslim Salat.

Dan aku sangat terkejut. Aku melihat dia berdiri, lalu bungkuk, lalu berdiri, lalu tiba-tiba merendahkan diri. Meletakkan kepalanya di lantai untuk menyembah Tuhan. Aku bagai tersengat petir. Ini, aku pikir saat itu, penyerahan diri yang aku cari sepanjang hidup. Bagaimana seseorang bisa dengan pasrah meletakkan kepalanya di lantai untuk menyembah Tuhan! Kepala yang setiap hari kita junjung tinggi. Aku kira detik itu juga aku menemukan bentuk penyerahan diri yang ideal dari manusia. Sujud.

Tiga bulan sebelum ulangtahunku yang ke-17 aku akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku masuk Islam 4 september 1998. Aku bangga menjadi muslimah. Aku belajar puasa. Aku berhijab. Aku menyadari hidup ini singkat. Bagaimana singkatnya hidup? Gampang. Lihat saja batu nisan. Ada garis pendek di antara tanggal lahir kita dan tanggal kita meninggal dunia. Garis pendek itu menandakan betapa pendeknya umur manusia di dunia. Karena itu kita harus mengisi dengan penyerahan diri kepada tuhan. Kita diberi pilihan. Saya memilih islam dan menyerahkan diri ke Allah."

-- Sarah Joseph, Mualaf, Muslimah Inggris pendiri Majalah Emel (Muslim Life) bersama suaminya. Majalah populer islami, majalah gaya hidup Muslim dengan desain yang berani dan topik yang cerdas.
(Dikutip dari majalah Janna, Republic of Youth edisi februari 2013)

* * * *

Kita butuh inspirasi dari pandangan orang di luar kita, agar hal luar biasa yang biasa kita lakukan menjadi lebih bermakna.

Pelesiran
29 Mei 2013

buku tentang kematian

Menarik.

Saya seneng banget baca buku. 2 hari lalu saya merasa bosan dengan buku bacaan yang ada di kosan (padahal emang cuma dikit). Rasanya pengen beli buku tapi apa daya lagi harus berhemat.
Esok harinya, datang rini bawain buku buat saya pinjem. Waktunya pas.
Sebelumnya emang udah minta pinjeman sih, tapi ya itu, waktu dapet bukunya pas banget.

Hati kita bisa terbulak balik, bisa mengeras bisa melunak.
Wajar ketika sedang tidak lunak, saya mencoba berbagai upaya untuk melunakkan hati.
Percaya atau tidak, beberapa upaya yang saya lakukan adalah dengan menonton video-video kematian, video simulasi alam barzakh bahkan, dan berpikir untuk pergi ke bang irfan di gelap nyawang dan tanya "bang, mau beli buku tentang kematian."
Serem ga tuh? hehe
 
Eh tadi sore karena ga jadi mrivat, spontan aja dateng ke pengajian butterfly. Sama sekali ga direncanain, ternyata yang dikaji tentang kematian.
 
Btw dapet referensi buku bagus dari Ust asep : Memaknai Kematian (Jalaludin Rakhmat)
Belum tau isinya seperti apa, cari ah..

Pelesiran 20,
15 Mei 2013

nodong komputer operator warnet

Kalau kepepet, semua bisa dijabanin ya.

Ini kisah waktu saya masih nge-kost di pelesiran.
Saat itu saya harus ngirim file tugas lewat internet. Di kost lagi ga bisa, maka berjalanlah saya ke warnet terdekat (pelesiran). Warnet itu satu-satunya di sepanjang gang, dan komputernya emang terbatas.

Yang saya khawatirkan terjadi, semua penuh. Tapi saya harus ngirim.
Lalu..

"a, ada yang kosong?"
"penuh teh."
"hmmm… boleh ikut ngirim dulu ga? Aduh maap ya aa" #nodong

Dan si a'a penjaga warnet beranjak dari kursinya, mempersilakan saya duduk dan memakai komputer operator! -_-
"waah. Makasih a, maap ngerepotin.."

Sembari make komputer operator, saya disangka mbak-mbak operatornya hehe.

Ga lama setelah itu saya lebih ngerepotin lagi:
"eh a, ko mozilla nya ga bisa ya?"
"eh a, ini ada yang mau ngeprint"
"eh, LAN nya unplugged a, jadi ga bisa connect. Maap ya a. diapain ya?"

Itulah, The power of kepepet yang agak merepotkan orang.
Setidaknya jadi kenal sama si a'a. Kalau mampir ke warnet situ, nama penjaganya a'Lendra. (suka ganti-ganti sih)

Takdir Allah loh, ini cara saya kenalan sama beliau. Mungkin kalo ga nekat gini, seumur-umur tinggal di pelesiran ga kenal sama penjaga warnet sini. Hehe
:">

Pelesiran 20a
Ahad, 5 Mei 2013
#baru di post

buku rekomendasi tentang membaca

Sebenarnya saya sempat berpikir bahwa kegiatan membaca yang saya lakukan tidak banyak membuat perubahan pada diri saya. Ya itu benar, kalau berubah yang diharapkan adalah seperti berubahnya para personil power ranger yang begitu singkatnya.

Saat itu ekstremnya, saya memang terus menerus membaca buku yang ada. Pada waktu itu saya sedang bingung mau melakukan apa, tapi ingin waktu dapat terisi dengat manfaat. Jadi ya begitu, saya terus membaca.

Tapi akan beda, ketika kamu membaca buku-buku yang "bergizi", yang tulisannya bukan sekedar susunan huruf atau kata tapi pikiran. Pak hernowo mengistilahkannya dengan membaca pikiran pengarang, bukan sekedar huruf.

Saya tidak berlebihan dengan merekomendasikan buku-buku beliau sebagai bacaan yang bergizi. Buku yang sudah saya baca judulnya Mengikat makna dan Vitamin T. Serius deh, saya ngga berlebihan soal ini.

Salah satu yang saya pelajari adalah bahwa membaca itu bahkan punya seni tersendiri, yang memang butuh proses untuk mempelajarinya.

Sebelum baca buku-buku beliau, saya berpikir bahwa saya sudah bisa membaca. Ternyata, kegiatan membaca yang bermanfaat dan mampu mengubah adalah bukan hanya ketika kita bisa membaca rangkaian huruf-huruf, tapi dapat mengambil makna dari apa yang kita baca.
Hal simple saja. Sekarang saya jadi berpikir bahwa banyak kata-kata yang dulu saya pikir sudah saya pahami karena sudah dibaca, ternyata tidak saya pahami. Kata-kata yang membanjiri kita sejak kecil, ketika tidak benar-benar dipahami, tentu tidak akan banyak mengubah apa-apa.

Singkat saja.
Kalau ada kesempatan ikut pelatihannya beliau, mau bangett! :D

26 Maret 2013
#baru di post

thanks to Layla !


Just be yourself, me !
Don't you shy if you love hellokitty and also like pink color  at this age, no matter!

I know that I love to doing something new.
Everything that makes me fresh,
Go outside, looking for inspiration to get.
Yeah, I must feel and try!

After graduation, actually I don't know exactly what am I going to do
I want to be a teacher in Indonesia Mengajar at 2014
Who can inspiring them with discovering their dream.
Because of that, I must trying hard to discover my self and express everything that I want to express

About the job after graduated,
Tobe honest, I just want to feel much experiences!
I want to travel around!
Yeah, I must live it

*my random english shouting
We all doing mistake, and I didn't care if my english text was bad haha
I'll keep it try hard :D

*** thanks Allah, inspiration come. Hello Layla! You are so incredible!

Pelesiran 20
15 Februari 2013
#baru di post hehe

harga secuil celah gerbang

Ide tulisan yang terpikir karena di Kampus ITB, gerbang belakang sudah tidak dibuka. Kami harus lewat gerbang SBM atau Gerbang Batan.

Awalnya kerepotan,  karena suka lupa hehe. Kalau malam daerah gerbang ini sepi, penjaga satpamnya suka ngga ada, serem juga.
Sampai sekarang saya juga belum tahu pasti alasan ditutupnya gerbang utara. Beberapa waktu sebelumnya juga parkiran Utara ditutup, jadi dari sepanjang dayang sumbi untuk bisa masuk ITB harus jalan sampe gerbang SBM.

Hello, PKL Dayang Sumbi!
Setelah kejadian PKL dayang sumbi beberapa pekan lalu, disana sekarang sudah dibangun kembali saung-saung bambu yang telah rapi dan dinomori. Ada plang besar yang menunjukkan bahwa mereka adalah kumpulan PKL dayang sumbi. Pedagang yang memakai gerobak dorong pun tetap berjualan di depan gerbang walaupun kini akses keluar udah ga bisa lewat situ.

Sekarang kondisinya, Tunnel menuju sabuga semakin ramai, di Tunnel sekarang ada koperasi, ATM BNI, dan tempat fotokopian. Kantin-kantin nya juga semakin ramai, dan parkirannya juga sepertinya lebih ramai. Istilahnya segala kebutuhan disediakan disitu.  Lama-kelamaan sepertinya akan jadi pusat kegiatan.

Back to the topic,
Sekarang saya kepikiran, itu bangunan saung PKL dayang sumbi yang udah rapi itu gimana nasibnya ya?
Gerbang utara yang dulunya dibuka (sebagai celah sempit pejalan kaki mahasiswa,  tapi akses utama keluar) sekarang digembok, ga ada yang bisa lewat. Otomatis akses ke daerah PKL dayang sumbi juga semakin sulit, y a kan?

Sebuah celah sempit biasa, tapi kalau hal lainnya (tunnel mulai ramai, parkiran utara ditutup, gerbang utara ditutup dll) di desain sesuai yang diinginkan, mungkin lama kelamaan mahasiswa akan mulai terbiasa dan kemudian lupa dengan apa yang terjadi di daerah PKL dayang sumbi.


================================

Bandung, 13  Februari 2013
#baru di post

Sunday, October 13, 2013

it will inspire others who need it


Inspirasi tidak selalu datang dari orang yang inspiratif. Tak perlu berusaha mati-matian menjadi orang hebat yang menginspirasi. Lakukan saja yang kau sukai dengan hati. 
It will inspire others who need it."
 
* * *

Ya, terkadang kita silau pada orang-orang hebat di sekitar kita, sampai lupa pada diri kita sendiri. Kita tidak harus menjadi populer atau terkenal di mata manusia, kita diperintahkan Allah untuk melakukan yang terbaik dan menjadi yang bermanfaat, kan? Akan lelah dan tidak bernilai apa-apa bila yang dicarinya penilaian makhluk. Sekatro-katronya pemikiran kamu, kalau lagi ada yang butuh dan cocok sama pemikiran kamu, ya kamu inspiratif. Minimal bagi dia. hehe


catatan diary
3 mei 2012

Thursday, October 10, 2013

the more you give, the more you get



Mau berbuat baik aja kadang banyak banget hambatannya, jangan bosen buat saling ngingetin ya.. Gimanapun bentuk dan caramu :)

 ***

Berita pernikahan seorang teman menggiring saya untuk memberikannya sebuah kado kecil. Menurut saya, karakter kado yang akan saya berikan minimal memenuhi 1 dari 3 syarat ini : (1) bermanfaat, (2) dia suka, (3) unyu-unyu banget menurut guee :3 hehe
Karena menikah adalah bukan hal biasa, maka kali ini saya harus memberinya barang yang bermanfaat. Ilmu tentang rumah tangga sangat penting, maka buku menjadi opsi terbaik.

Setelah 'ngobrak-ngabrik' toko buku bang irfan, pilihan saya jatuh pada bukunya ust. Salim A. Fillah yang judulnya 'Barakallahu laka : Bahagianya Merayakan Cinta'. Saya tertarik, dan rasanya cukup lengkap secara konten, hanya bagian covernya memang seems 'jadul' (dasar orang visual). Teman saya yang menikah ini usianya 4 tahun lebih muda dibanding saya tapi sudah ditakdirkan menikah (kalah ya kite-kite). Sempat ragu, cocok ngga ya? Anak muda kan biasanya 'males' baca yang berat-berat. Singkat cerita, kami deal.

Sampai di kamar kost-an (pada waktu itu), tiba saatnya untuk membungkusnya. Sebelum dibungkus, boleh dong intip-intip baca bukunyaa? :) seketika saya malah lupa ngebungkus dan terhanyut (emang nyuci baju di sungai, hanyut) pada kontennya.

Saya berpikir, "Apa kadonya ganti yang lain aja ya? Mungkin dia ngga cocok kalo dikasih buku beginian. Hmm, sempet kali besok pagi beli kado yang lain aja. Ini buku mah buat persiapan saya aja hehe."
Gulau galau gulau galau

Nongol lah tulisan di plastik toko bang irfan nya :
THE MORE YOU GIVE, THE MORE YOU GET

Dhueerr!
Kemudian saya bungkus bukunya.
 
Kamar, 8 Oktober 2013
22 : 44

* * * *
 ”Katakanlah, ’Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.’ Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS Saba, 34: 39)

  “Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

Monday, September 23, 2013

Jempol sakti si tukang jarkom

Yaa ini mungkin hanya sebuah cerita konyol mengenai diri saya, namun saya berharap masih ada kebaikan di dalamnya, sehingga yang membaca dapat menyerap manfaatnya.

Bismillah..
Awal karir saya (halah) sebagai penjarkom dimulai di KRIMA, sebuah organisasi remaja masjid di RW saya, yang saya ikuti sejak saya di bangku SMP kelas 3. Kalau dihitung-hitung hingga saat ini, berarti hampir 8  tahun saya tetap berada di sana. WOW 8 tahun!

Saya lupa, dengan HP jenis apa saya menjarkom teman-teman KRIMA. Yang pasti, belum ada fasilitas grouping, yang mengharuskan saya meng-klik nama mereka satu persatu. Ya, saat itu mungkin hanya sekitar 40 orang yang harus dijarkom, dan dalam sepekan bisa 3 kali jarkom untuk kumpul dan olahraga (plus ngeliwet dll hehe)

Tak lama, fasilitas kirim ke group mulai ada, tapi HP saya masih belum bisa. Sempat terpikir, mengapa tidak dijarkom sama teman yang hapenya lebih canggih? Tapi pikiran itu tak lama, karena kau tahu, SAYA BEGITU MENIKMATI TUGAS SAYA SEBAGAI TUKANG JARKOM :D

Saya tau mungkin sebagian menganggap saya lebay hehe. Mungkin sebagian lagi menganggap "biasa aja kalee, nge sms in info doang". Tapi tidak bagi saya, dan ini dia alasan kenapa saya begitu  menikmati tugas itu :
1. Kalau tidak salah saat itu saya bertugas juga sebagai PJ kumpul krima yang mengorganize agenda-agenda kumpul,  jadi kuantitas orang yang akan datang begitu saya nantikan.  Memastikan pemateri merasa nyaman dengan anak-anak yang banyak, antusias dan semangat adalah salah satu kepuasan saya hehe.
2. isi SMS nya bisa saya karang-karang sendiri. Itung-itung belajar marketing dengan mikirin isi sms yang menarik. (mungkin Temen-temen masih pada inget sms alay dan kampring saya?? Hehe B-) )
3. Batin saya tenang (halah) karena merasa sudah menginfokan kabar gembira (agenda kumpul) pada seluruh teman2.
4. Mendapatkan respon bermacam-macam dari teman-teman yang membalas. Jadi tahu kabar mereka, apa alasan mereka yang lagi ngga bisa kumpul.
5. Konsekuensi harus ngebalesin merupakan hal yang justru saya senangi :D

Memang, hanya bermodalkan HP dan pulsa semua bisa dengan mudah berjalan, namun saya pikir dibutuhkan keistiqomahan, inisiatif dan ketidak-cepat-lupaan (?) tingkat  tinggi. Karena terkadang sebagai tukang jarkom kita juga manusia (yaiyaa), kita juga punya banyak peer, tugas2, agenda main (?), rasa malas, dan lupa. Menjarkom mungkin jadi aktivitas yang membuang waktu kita,  tapi skrg teknologi udah makin canggih, sms per group udah ada, sarana lain juga banyak. Masya Allah, semakin mudah!

Jadi plisssss, teman-teman yang punya amanah menjadi penjarkom, hayatilah dengan sungguh-sungguh. Percayalah bahwa teman-teman kita sangat menantikan kabar dari jarkoman-jarkoman kita meskipun alay dan kampring seperti apapun. Percayalah meskipun banyak yang tidak menggubris sms kita, akan merasa ada yang kurang bila sms jarkom kita ada yang miss 1 saja. Percayalah bahwa setiap gerakan jempol-jempol sakti kita, dengan niat yang tulus karena Allah, akan bernilai pahala di sisi-Nya..

Sekecil apapun yang kamu lakuin, berarti banyak.
Karena bukan tanpa alasan kita hadir disini,
Dan kita ngga tau, amalan kita yang mana yang akan menyelamatkan kita.

SEMANGAT "THE JEMPOLERS TUKANG JARKOOOOM"!

*mulai alay lagi -_-*



Barangsiapa menyeru orang lain kepada petunjuk (kebenaran), maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikuti seruannya dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa menyeru orang lain kepada kesesatan, maka ia memperoleh dosa sebanyak dosa orang-orang yang melakukannya dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikit pun.
(HR. Muslim)

Wednesday, September 18, 2013

sidang


Alhamdulillah,
Terimakasih banyak atas semua yang udah ngebantuin, yang sabar karena aku sering ngerepotin, yang suka kesel karena aku suka nyebelin, yang berdoa dalam diamnya, yang kerja keras, yang bareng-bareng berjuang..

nuhun buat kado-sidangnya ira, aje, fii, destry, nisa, alin, dessy, tami, prg, tata, joko, mei, tria, silat, listya, cacing, fasa, rijka, ola, gita, anja, elis, rani, udin, chamar, citra, kanje, dll

Nuhun buat sms maut penyemangat dan ucapannya meina, ifa, bovie, barbar, sarah, bima, k hari, arum, taufik, jais, ardian, ita, fasa, elis, t hasri, tami, destry, teguhw, hani, dll..

orang-orang yang dengan ngga tau dirinya sering aku lupain, sering aku lupain orang2 yang ngga bisa kusebutkan satu persatu karena doanya yang melesat langsung ke langit.

Semoga dipantaskan Allah menjadi Sarjana yang penuh manfaat..
Ps. Dest, nuhun pisan blazer nyaa :')

***
kini saya semakin percaya, kita yang ada disini sekarang, sedikit banyak merupakan kerja patungan dari orang-orang di sekeliling kita. Yang membantu mengubah takdir kita lewat do'a, yang menopang, yang memback-up ketika kita lupa, yang bekerja untuk kita namun tidak banyak berkata.

:')

Friday, September 6, 2013

Foto bareng KRIMA 2013 :D




Pengennya mah semua ikut  
--- Debi

1 September 2013, Alhamdulillah, akhirnya jadi juga foto tudio bareng KRIMA :)
Barakallah juga buat teh syaifa yang telah menikah di hari yang sama :')

Wednesday, August 28, 2013

You've (hampir) graduated, so what's next

There’s no right or wrong answer, and only you can make the ultimate choice. Friends, parents, and mentors might have their say, but in the end, choose something that will bring peace to your heart. Make your own choices. And don’t live to regret them. Because either way, you’ll learn the necessary invaluable lessons to build your future.

--- Marcella Purnama, 
from You’ve graduated. So what’s next?

hmmm..

Saturday, August 24, 2013

TA : hajah kamu kok kayak mamah dedeh ya

style hajah edisi 'mamah dedeh' :p
Bismillah..
Ceritanya setelah semalaman bikin slide presentasi (baca : menghias dan mendesain), saya dan salah satu partneran nginep di kampus & seperguruan anak dosbing Pak taufik (sebut saja : Ira) tidak sempat mandi dulu karena mengejar latihan presentasi di depan pak taufik. Sekitar jam 10 kami masih uring-uringan karena slidenya belum jadi.

Singkat cerita, ketidak-sempat-mandian saya ini membuat saya masih mengenakan pakaian yang sama dengan hari sebelumnya.

Sehari sebelumnya saya iseng ingin pakai rok pleats nya mamah (ada di gambar), saya cari jilbab yang rada kuning tapi ngga nemu. Entah kenapa saya iseng nyari di tumpukan jilbab trend lama. Dapat lah si jilbab kuning -putih-polkadot-semriwing itu. Saat sekarang trend muslimah berhijabers hijabers ria dengan warna yang lucu-lucu, atau minimal jilbab paris biasa yang 1 warna, entah kenapa saya mau-mau aja pake paduan itu. (padahal warnanya kuning lagi).

Nah, pas persis ketemu pak taufik buat latihan seminar :

"Hajah, kamu kok kayak mamah dedeh ya. (ketawa)."

Ga ngerti lagi. Singkat. Padat. Epic fail.
Hahaha

Tau banget dengan selera humornya si bapak plus pasti karena model kerudung saya yang old fashion 90an (baca : jadul). Hihi
Sama sekali ga sakit hati, malah jadi punya bahan buat cuap-cuap disini hehe
Dan penggunaan kata 'mamah dedeh' juga gada maksud apa-apa, maksudnya ekeu kaya ibu-ibu kali ya hehe

*saya biasa pake rok turunan dari mamah waktu masi beliau muda. tapi yang ini emang kecelakaan banget kayanya hehe. #kenapa kemaren mamah ga bilang apa-apa ya? hehe
*pas lagi moto tu baju, keliatan ama ira. Haha! Tambah malu-maluin deh, kaya ngga ada gawean aja saya teh -_-
Hehe


Sabtu, 24 Agustus 2013
15:28
Lab Fitosimbiosis
#rehat sejenak #H-3 Seminar  #woooooooow T_T

Friday, August 23, 2013

dikira modus penipuan baru : sms adik minta pulsa


"Nyom, bisa minta tlg isiin pulsa dulu? Hehe
Kalo bisa, 1O rebu aja ke nomer telkomselku
+628529333****
ehehe nuwun"

"eh ini bukan adik minta pulsa kan?"

"iya, jangan telepon dulu ini lagi di kantor polisi soalnya -_-"

hihihi
harus waspada sampe adik dicurigai juga. hehe
Ta' pikir ini modus penipuan baru

*yang di bold sebetulnya menunjukkan bahwa ini jelas-jelas adik saya hehe
dari diksi juga beda sama modus tipu-tipu sih. harusnya yang suka tipu-tipu rada kreatip lagi deh biar berhasil (?) 
dia lagi di karimun jawa, KP (piknik mereuunn hehe). 


di depan kawah, Dieng, Jawa Tengah. Ciyee kangeen. ihiiiw!

Jumat, 23 Agustus 2013
23:27
Lab fitosimbiosis
#besok latihan seminar TA! #guling-guling-salto #belumsiap

Wednesday, August 21, 2013

buka bareng sitheads 09 #soksibukbanget

captured automatically by deri's camera


Buka puasa ramadhan bareng @sitheads 09 di rumah cacing, antapani, 17 Juli 2013.
Alhamdulillah makanan melimpah. Kisaran pukul 18.00-18.30 rasanya kami semua kalap nyicip semua makanan yang ada *aduuh*

Puding, roti bruseta nya mei (tulisannya gimana ya?hehe), cendol, kripik, korma elis,  somay cacing, tiramisu deril, es krim, dan nasi cobek sumbangan dari wisudawan Julius. *terharu* alhamdulillah

Setelah makan, live-tweet pake tipi canggih nya cacing, kami main indonesia pintar eat bulaga hihi
*sakit perut ketawa terus*

Setelah merasa cukup ketawa-ketiwi, kami shalat tarawih bersama :')
Semoga berkah ya, yang udah lulus juli semoga ilmunya berkah, dan fastrack S2 nya lancar.
Yang akan lulus oktober, april, juli, oktober lagi, april lagi dst, mudah-mudahan juga berkah ilmunya.
Semoga dipertemukan  kembali di tempat terbaik ya nanti :')

Hari pertama seminar wisuda oktober

21 agustus 2013

Di lab fito, berupaya mengolah data sambil tiba-tiba bernostalgia :')

22:00

Tuesday, August 13, 2013

kalau sia-sia, kosongnya terasa


Manusia itu fitrahnya bisa merasa,
Kalau melakukan hal yang sia-sia,
Hatinya kosong terasa

Seramai apapun
Kalau tidak sejalan dengan apa yang dibenarkan Allah
Kosongnya pasti terasa

4 agustus 2013
Lantai 2 masjid al-muhajirin


Android Untuk Adikku..

Sebuah judul kisah "Jalinan Kasih" yang mungkin terjadi di era informasi masa kini.

Kakak (K) : apa aku mulai ngredit tab aja ya kayanya. Tapi emang ngga enak sih kondisi keluarga lagi kaya gini.
Adik (A) : emang kenapa gitu?
K : Aku kasihan sama kamu, di jaman kayak gini hape kamu masih hape biasa. Kalau aku beli tab, hape ku ini (LG android) bisa buat kamu.
A : !@#$%^&*)!@#$%^& (antara senang bercampur miris)

Tidak perlu mengkasihani atau tertawa terbahak bahak. Itu kisah nyata, terjadi pada diri saya, dengan saya sebagai tokoh Adik ! Haha! *miris
maaf sumber gambarrnya lupa :(

 * * *

Tidak berlebihan kalau kubilang Agustus 2013 di Indonesia gadget supercanggih sedang meradang. Setelah beberapa saat yang lalu Indonesia diterjang Blackberry, kini android, gadget layar sentuh beraneka ukuran pabalatak dimana-mana. Software juga udah ga mau kalah. Facebook kayanya mulai sepi, twitter makin rame. Kakaotalk, wechat, line, udah sampe ngiklan di TV. Whatsapp juga otomatis, hampir semua punya.

Masa kini, disaat si caca (ponakanku bocah kelas 3 SD) aja udah make BB, saya masih bertahan dengan HP primitif! Hihihi

SMS juga mungkin udah dianggap mahal, karena sekarang yang gratis dan lebih murah udah ada, toh?

Bukannya gamau ngikut perkembangan teknologi, bukan juga gamau sok-sok an jadi korban teknologi. Saya juga mau-mau aja kali. Hihi. Hanya mungkin belum ada kesempatan, dan belum mengusahakan kesempatan itu.

Media sosial itu, terkadang bukan karena dia sebegitu bagusnya. Namanya aplikasi kan cepet banget berkembangnya. Biasanya orang jadi pake, karena semua orang mulai pake itu. Era komunikasi, informasi dan networking.

Dengan tidak punya whatsapp, jelas, saya juga merasa banyak hal yang terlewat. Mungkin gabisa ikut semua apdetan perbincangan teman-teman. Di sisi lain, karena memang belum punya, bersyukur aja karena ga mesti sibuk setiap saat buat dengerin obrolan di masing-masing komunitas kita. (Soalnya sadar ga sadar, yang kaya gitu emang nagih buat saya, ga mau ketinggalan jadi apdet terus)

Dulu SMS dianggap brilian, semua pakai.
SMS Jarkom meradang, sempet kepikiran "ah sms jarkoman, semua pasti dikirim, ga spesial."
Sekarang whatsapp brilian banget, semua mulai pakai.
Kirim whatsapp ga spesial, murah, ga besar effortnya.
Yang nge SMS jadi lebih dihargain.

Ntar kalo udah ada rejekinya buat ngandroid-ria mungkin saya juga bakal sama kaya orang-orang masa kini. hihi

Lintasan pikiran, aneh-aneh aja ya ekeu hehe
#curhatieumah hehe

chat singkat ajakan i'tikaf


PASTI. 
Pasti Allah yang ngirim dia langsung buat ngingetin kamu. Tepat pada saat imanmu sedang turun, teman 'antahberantahmu' mengajak pada keimanan.

29 Ramadhan 1434 H
30 Juli 2013
00.00

****

Saat kegiatan di lab begitu memenuhi pikiran sampai melupakan I'tikaf di 10  malam terakhir ramadhan, malam itu tiba-tiba teman satu kelompok PRO KM  (yang notabene udah jarang banget komunikasi) nge chat di fb.

"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam wr wb"
"Jah, ngga I'tikaf?"
Glek!

Sebenarnya dia lagi cari teman untuk I'tikaf, tapi apapun itu, rasanya saya kayak lagi di interogasi orang.
Haduuh. Nuhun pisan neng santi udah ngingetiin :)
Jazaakumullahu khairan katsiran :)

 

Belajar Memaknai Adzan

Adzan, bagi umat muslim adalah sebuah penanda waktu shalat, panggilan untuk mendirikan shalat. Adzan dilakukan sehari 5x sehari sesuai dengan 5 waktu shalat. Tepat waktu atau tidaknya adzan berkumandang tentu akan menjadi masalah, apalagi di saat-saat ramadhan seperti ini, bagi para penunggu adzan magrib untuk berbuka puasa :) hehe

Menarik. Bukankah hampir semua muslim dewasa seharusnya sudah tahu kelima waktu shalat tersebut. Kini manusia pada umumnya sudah memiliki jam pribadi. Subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya, bukankah waktunya yaaa kira-kira jam segitulah. Lalu mengapa adzan dari dulu sampai sekarang masih terus ada?

Siapa yang paling tahu? Allah dan rasul-Nya yang lebih tau, bahwa makhluk dari spesies manusia itu seringnya lupa, sering lalai dari kewajibannya bila tidak diingatkan. Hikmah yang saya dapat dari adzan dan shalat yang harus tepat waktu adalah bahwa umat islam itu yang harusnya paling pandai menjaga waktunya, paling disiplin sedunia. Istiqamah dan konsisten itu kunci sukses seseorang kan? *astaghfirullah #plakplak*

Sepengetahuan saya, adzan itu selain panggilan ibadah individu, juga panggilan untuk ibadah berjamaah *emang gitu meur*. Ya semua orang harusnya sebisa mungkin menghentikan pekerjaannya dulu untuk mendirikan shalat. *astaghfirullah*

Kalau mencari asal usul darimana datangnya adzan, dan mengapa bentuknya mesti berupa seruan.
Dulu rasul dan sahabat berdiskusi mengenai hal itu. Ada usulan untuk menggunakan lonceng, tapi tidak disetujui karena nanti jadi tidak ada bedanya dengan umat nasrani saat itu. Ada usulan untuk menggunakan terompet, tapi juga tidak disepakati karena nanti tidak ada bedanya dengan umat yahudi saat itu. Kamudian sahabat Umar mengatakan*jengjengjeng* mengapa kita  tidak langsung menyeru dan memanggil orang-orang? Rasulullah kemudian mempersilakan bilal untuk mengumandangkan adzan untuk yang pertama kali itu :)

Jujur saya baru tahu, lafadz jawaban yang disunnahkan untuk menjawab adzan. (parah ye hehe). Nah itu dia kenapa kita harus berhenti sejenak saat kita mendengar adzan toh?

Muadzin, pengumandang adzan dijanjikan keindahan di surga, masyaa Allah..
Kita seneng kan ya kalau denger adzan yang dikumandangkan dengan indah? Selain keindahannya, muadzin juga harus tulus ikhlas. Jadi suara indah saja tidak cukup *susah ya*

****
Tulisan ini didedikasikan untuk seluruh muadziners dan pendengar adzan di seluruh dunia. Betapa tulisan ini sangat tidak ilmiah sekali (yah, kadang makna tidak di dapat dari suatu kajian ilmiah -_-, cari sendiri yak hehe)

Bagi yang adzannya kaya kebelet pipis, insyaa Allah pahalanya tetap ada. Bagi yang tahu, bisa dibantu mengingatkan, siapapun kamu. Hidup kita yang berdampingan ini ingin lebih baik kan?

:)

Selepas subuh di bulan ramadhan
30 Juli 2013
Kamar bawah margahayu raya

****
Salah satu video dari yutub yang ngena banget dan saya suka banget :')

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...