Tuesday, March 5, 2013

A' Sidik Sang Pengamen yang Enak


Hari ini hari selasa, seperti biasa ini jadwal saya mengajar privat di setramurni. Karena besok anaknya UTS, jamnya jadi ekstra, walhasil pulang lebih malam.
Tak seperti biasanya, saya diantar mang ajay sampai ke borma setiabudi, dengan ini saya jadi hanya perlu naik angkot caheum ledeng sekali untuk dapat sampai di kosan. Sesaat setelah duduk manis di angkot, saya galau antara turun dulu untuk ke borma atau tidak.
Tak lama kemudian seorang pengamen berstelan santai datang, menenteng gitar sembari makan sebungkus batagor.

"Ngiring mang.."
Dan sambil menyapa penumpang,
"Punten teh.. Makan teh? Lumayan buat ngeganjel.."

Angkot masih ngetem dan sayapun masih belum memutuskan untuk turun ke borma. Yasudah, tak jadi saja. Kemudian saya perhatikan, ada yang beda dari sang pengamen. Dan dengan mengumpulkan segenap keberanian, saya putuskan untuk menyapa..
"pulang kemana a'?"
"Cihampelas, teh.. Tapi ini mah mau ke balubur dulu, mau ke 'kape'."
(hah? Kape? Apaan ya? Kerja praktek?)

"Kape apaan ya a'?"
"Itu, kape, kape.." (sambil menunjuk warung-warung makan)
(oooh kafe maksudnya.. -_-  hehe :p)

Singkat cerita, sepanjang perjalanan kami ngobrol. Namanya Sidik, orangnya sopan dan sunda pisan. Beliau sudah sejak kecil ngamen di setiabudhi.  Bisa main gitar sejak kecil belajar sendiri dan ada pengurus yang mengajarkan (dari hari rusli katanya). Biasanya ia ngamen dari pukul 9 sampai magrib.

Saya kurang tau tepatnya, apa yang ia bilang tentang mengamen. Saat ini ia juga sambil menunggu pekerjaan. Ia bilang ngamen itu enak, santai. Bisa menghibur juga. Katanya walaupun sudah bekerja di tempat lain, rasanya tetap ingin di jalanan.

Saya bercerita tentang pengamen yang keliatan suka marah-marah kalau tidak diberi. Dengan bijak ia bilang, mungkin karena merasa ngga diwaro, ga ada respon dari penumpang setelah lagunya berhenti dinyanyikan, jadi kesal. Tapi ngga tau juga, katanya. Tergantung pengamennya.

Sangat terlihat bahwa ia menyenangi lokasi tempatnya ngamen, setiabudi. Anak-anaknya baik, enak-enak. (sering banget ia bilang 'enak' hehe). Santai, saling terbuka, saling ngajarin, saling ngedidik yang bisa dididik.

Ternyata a sidik punya keluarga besar. Ia tinggal dengan orang tuanya, dengan 6 adik! Tapi ia bilang, ga pusing. Kalau bisa ngasih uang, kasih, syukur. Kalau ngga ada juga ga apa apa.

Lama kami terdiam, a Sidik mulai memainkan gitarnya, sebuah instrumen pada awalnya (dan itu indah ) #so melankolis -_- hehe tapi beneran ini mah.
Setelah itu terdengarlah dendang lagu jangan menyerah-nya D'massive.

Sampai di gelap nyawang ia pamit turun duluan.
"mangga teh, assalamualaikum.."
"wa'alaikumsalaam.. Mangga-mangga.."

Dan sepanjang turun dari angkot sampai kosan kayanya saya senyam senyum sendiri hehe

******

Mungkin suatu saat bisa ketemu lagi ya a'!
Sukses! Orang baik dan rendah hati kaya a' sidik insyaallah jalannya mudah.

"Yah, itumah gimana kitanya juga teh.
Kalau kitanya baik, enak sama orang, pasti orang lain juga enak ke kita.."
--A' Sidik

Terbukti!


Friday, March 1, 2013

KTM Hilang - SOP Mengurus KTM Baru


WAH KTM HILANG!
hampir pasti yang dibayangkan adalah prosesnya yang panjang dan ribet dalam mendapat KTM baru. Awalnya saya pun begitu, tapi ternyata ga seribet yang dibayangin sih kalo udah dijalanin hehe. Kemarin-kemarin saya lama di bikin KTP nya (krn ilang juga). Nah ini langkah-langkah mengurus KTM baru yang udah saya jalanin.

Bismillah..
PENUHI DULU SYARAT KELENGKAPAN BERKAS KTM HILANG 
u/ LOKET 17 Gd. Annex ITB
1. Surat Hilang dari Kepolisian/Satpam ITB
2. Surat Keterangan diketahui Prodi (bisa minta di annex atau di prodi aja. Ini butuh ttd Kaprodi)
3. Form aplikasi BNI (Minta ke Bank BNI. Kalo KTP kamu juga ilang, bikin dulu deh, karena ada isian Nomor identitas)
4. Fotokopi KSM
5. Fotokopi tanda Lunas SBPP (minta ke loket keuangan annex, tinggal sebut nim, nanti dapet surat keterangan kertas warna pink)
6. Pas foto berwarna 3x4 (2 buah), 2x3 (1 buah) --> yang 3x4 untuk form aplikasi BNI, yang 2x3 untuk surat keterangan resmi dari annex

Kalo udah lengkap, Datanglah ke Loket 17 Gd Annex dengan muka berseri, lalu datang lagi esok paginya untuk mengambil hasil berkasnya.

Dari sana yang kita dapat adalah form aplikasi BNI yang sudah di acc, dan surat keterangan resmi. Ini yang kita bawa ke Bank BNI.

DI Bank BNI, siapkan  buku tabungan dan KTP. Untuk proses pembuatan kartu ATM baru biaya bikinnya 40rb. Tunggu proses.
KTM bisa diambil 8 hari setelah permintaan :)


Prosesnya hampir selesai, tinggal ambil KTM  kamis depan :)
Yeaaah akhirnya, alhamdulillah :)
Selamat mencoba!

27 Februari 2013

Saturday, February 23, 2013

hampir. next time ya!


Dear Hajah Sofyamarwa Rachmawati
"Congratulations. We are pleased to inform you that space is available and you have been selected by the review committee to participate in the ACS/HKI Skill Workshops for Young Indonesian Scientists and Engineers. The Workshop you registered to attend is hosted by Institut Teknologi Sepuluh Nopember and Universitas Airlangga in Surabaya on Wednesday, 20 February, 2013. Please plan to arrive no later than 9:00 am so that we can check you in and provide you with your workshop materials..
You will be taking part in a morning workshop on the topic of Mapping Your Career Pathway and an afternoon workshop on the topic of Communicating Your Science. Each workshop will be 2 hours 30 minutes in length. While these assigned topics may not be your first choice, please be aware that the committee made every effort to match you with sessions according to your selections from the online form and the availability of space…."

Agak nekat untuk tetap mendaftar workshop ini. Kontennya menarik, workshopnya sangat terbuka untuk siapapun yang ingin ikut. Workshop 1 hari yang diadakan di beberapa kota oleh ACS/HKI. Dari bandung sejatinya saya bisa memilih Jakarta sebagai lokasi, tapi sudah penuh. Nekatlah saya memilih Surabaya dengan pertimbangan saya akan bisa berangkat minimal 1 hari sebelumnya.

Sayangnya pemberitahuannya cukup mendadak dan telat kubaca. Maklum, panitia pasti sangat hectic  mengurusi kepesertaan. 17 jam perjalanan dengan kereta api ekonomi sudah tidak terkejar karena jadwal. Naik kereta eksekutif dan bisnis belum mampu bayar sendiri (hehe). Mau nyari tiket pesawat yang bisa 2 jam sampe, kasusnya sama kaya kereta eksekutif dan bisnis. hmm pesawat telepon aja kali ya hehe

Padahal sempet ngebayangin rela ngegembel disana demi main ke ITS! Ga jadi deh hehe. Mungkin kurang nekat buat tetep berangkat. Tapi ya, mungkin memang belum saatnya. Suatu saat nanti yeaay! Aamiin :)

By the way, thanks Mr. Steve*!
*Mr. pembalas email

Monday, February 18, 2013

kesadaran untuk berdo'a


Bismillah
Menggantikan buku agenda lama yang hilang, dalam buku agenda baruku tahun ini, kusadar bahwa aku memulai tulisannya dengan meresume buku tentang doa. Judul bukunya "Setiap saat Bersama Allah", yang disusun oleh H.M Anis Matta.

Aku tak tahu persis apa yang sebenarnya sedang kualami dalam pikiranku, yang aku tahu, di usia 21 tahun ku ini ternyata jarang sekali aku berdoa. Maksudku, baru kali ini aku benar-benar memaknai segala hal tentang berdo'a. Biasanya orang berdo'a sebagai kebutuhan, sebagai salah satu jalan dalam menuju keberhasilan tujuan-tujuannya, keinginan-keinginannya. Mungkin, ketika kau punya banyak keinginan tapi tidak melakukan permintaan sebenar-benarnya pada Allah dengan berdo'a, kau tidak benar-benar menginginkannya. Maka wajar bila keinginanmu belum banyak terwujud, kau tidak benar-benar memintanya pada Sang Maha Berkehendak.

Setiap orang punya khilaf, dan semoga kita senantiasa diberikan kesadaran untuk menyadari kekhilafan itu.

Ini beberapa makna yang mungkin akan memperkaya pemaknaan kita mengenai do'a, semoga bisa mengikat maknanya :)

* * * *

Ketika engkau terimpit dan terlilit oleh problematika kehidupan, sesungguhnya yang dapat membuatmu bertahan adalah harapanmu, dan sebaliknya, yang akan membuatmu kalah atau bahkan mematikan daya dan energi hidupmu adalah saat dimana engkau kehilangan harapan.

Maka ketika engkau berdoa kepada Allah sesungguhnya engkau sedang mendekati sumber dari semua kekuatan dan apa yang segera terbangun dalam jiwamu adalah harapan. Harapan itulah yang kelak akan membangunkan kemauan yang tertidur dalam dirimu.

Jika kemauanmu menguat menjadi azam (tekad) itulah saatnya engkau melihat gelombang tenaga jiwa yang dahsyat! Gelombang yang akan memberimu daya dan energi kehidupan serta menggerakkan segenap ragamu untuk bertindak.

Dan apa yang kau butuhkan saat itu hanyalah mempertemukan kehendakmu dengan kehendak Allah melalui doa dan tawakal.

Tidak ada gunanya waspada menghadapi takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir, sebelum dan sesudah ia turun. Dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun (dari langit) Maka ia segera disambut oleh doa (dari bumi), lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat.
(HR Ahmad, Al Hakim, Al Bazar Ath-Tabrani)

* * * *

Dalam doa kita menemukan keseimbangan jiwa karena harapan akan penerimaan dan kecemasan akan penolakan senantiasa akan menjadi 2 sayap jiwa yang mengarungi angkasa kehidupan

Dalam doa kita menemukan keutuhan jiwa dan pikiran, yang akan menyatukan semua instrumen kepribadian kita dalam seluruh lakon kehidupan yang kita jalani.

Dalam doa, kita menemukan ketenangan jiwa karena keyakinan terhadap Allah yang memberi kita keyakinan, keberanian untuk menghadapi semua kemungkinan dalam hidup.

Dalam doa, menemukan keberkahan hidup karena semua peristiwa kehidupan yang kita hadapi hanyalah merupakan pertemuan yang indah antara kehendak Allah dengan kehendak kita.

Maka masih adakah tempat bagi kesedihan dalam jiwa seperti itu?
Masih adakah ketakutan dalam jiwa seperti itu?
Masih adakah celah bagi putus asa dalam jiwa seperti itu?

* * * *

Sebenarnya saat berdoa kita sedang berupaya untuk terus menerus menyerap cahaya Allah ke dalam jiwa dan pikiran agar bisa melihat panorama kehidupan ini dengan hati yang tenang bercahaya

Kata dalam doa adalah surat dari sang jiwa kepada Rabb nya. Maka jika engkau ingin surat itu sampai kepada-Nya, tulislah ia saat jiwamu benar-benar sedang bersujud padanya..

* * * *

Allah itu Maha Pemula lagi Mulia, dan merasa malu menolak, ketika seorang mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengembalikannya dalam keadaan kosong dan kecewa
(HR Ahmad, Abu Dawud)

* * * *

Semakin disadarkan setelah beberapa hari lalu ikut kajian tentang do'a. Belajar lagi, belajar memaknai lebih lagi.. 
MInta diajarin dong :D

My Family Photo #1

Foto Wisuda Co-Ass Mbak Ovie, Foto studio keluarga pertama yang memang ngga fullteam. Tahun ini, insyaallah foto keluarga lagi, yang fullteam ya. Setelah aku wisuda. Aamiin Ya Allah..
Foto studio keluarga fullteam mungkin jadi salah satu yang aku impikan setelah lulus, karena kemarin liat bapak sama mamah kayaknya seneng banget :')

Aaaaa, minta dido'akan ya? :)
Walaupun belum benar-benar mulai, kyaaaaaa

Bismillah

Wednesday, February 13, 2013

CUR to the HAT, CURHAT!


Kita sering menyebutnya curhat. Sejak masa remaja alay ku dulu, curhat menjadi suatu kegiatan yang paling anak muda banget. Topiknya seputar kecengan, keluarga, masalah sama pacar, musuh, segala weh diomongin  dll. Masih ingat dulu juga punya buku curhat se geng, dan kalau dilihat lagi kayak, "oh tidak, aku pernah se kampring itu!" hahaha.

Seiring bertambahnya kedewasaan (halah), frekuensi curhat semakin menurun. Masing-masing orang dewasa sudah punya pikirannya sendiri, terkadang menganggap hal-hal kurang penting tak perlu diungkapkan menjadi sebuah topik pembicaraan. Ekstremnya, sampai ketika sebenarnya kau seharusnya mengungkapkannya dengan bebas, kau juga malah tak mengungkapkannya. Terkadang kita menyimpannya terlalu dalam. Secara ringkas, James W. Pennebaker -seorang ahli psikologi)menyebutnya dengan pengekangan. Ya, kusimpulkan bahwa  curhat merupakan salah satu cara untuk melepaskan diri dari pengekangan.
Dalam buku Ketika Diam Bukan Emas, banyak dipaparkan hasil-hasil penelitian beliau mengenai bagaimana kegiatan mencurahkan isi hati (self-disclosure) bisa berpengaruh positif bagi perasaaan, pikiran, dan kesehatan tubuh kita dalam jangka panjang. Setelah membaca buku ini, makin sadar betapa kegiatan curhat itu begitu sangat penting!

Kutub yang berlawanan dengan pengekangan adalah konfrontasi. Istilah ini dimaksudkan sebagai upaya seseorang untuk memikirkan dan atau membicarakan pengalaman yang penting serta mengakui emosi yang terkait dengannya. Melakukan konfrontasi secara psikologis akan mengatasi segala akibat dari pengekangan, baik psikologis maupun secara kognitif (Pennebaker, 1990).
Konfrontasi sebagai cara mengatasi pengekangan, dapat secara simpel kita sebut curhat lah ya.
Cara curhat bisa berbagai macam, biasanya pada sahabat dekat, melalui tulisan pada blog, nulis diary, atau bahkan mengungkapkannya pada orang yang asing sama sekali. Apapun caranya.

Dan namanya baca buku, kita akan ambil sesuatu yang paling cocok dan pas sama diri kita kan? Hihi. Nemu yang asik nih :

"Pengekangan juga bisa memengaruhi kemampuan berpikir. Dapat terjadi perubahan cara berpikir yang secara potensial merusak. Dalam menahan pikiran dan perasaan penting yang terkait suatu peristiwa, biasanya kita tidak berpikir tentang peristiwa itu secara luas dan integratif. Dengan tidak membicarakan suatu peristiwa yang ingin kita sembunyikan, biasanya kita tidak sanggup menerjemahkan peristiwa itu ke dalam bahasa. Hal ini menghalangi kita untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan peristiwa tersebut." (Pennebaker, 1990)

Kita mainnya pikiran gituloh! Anugerah yang diberikan Sang Pencipta buat kita pakai sebaik-baiknya. (Bukti bahawa pikiran manusia sebegitu pentingnya bisa baca Terapi berpikir Positif nya Pak Dr. Ibrahim Elfiky)

Nah lanjutnya,
"Melakukan pelepasan terhadap suatu trauma membantu manusia memahami, dan akhirnya menyesuaikan diri terhadap peristiwa traumatis itu. Dengan menuliskan atau membicarakan pengalaman yang sebelumnya dikekang, orang yang bersangkutan dapat membahasakan peristiwa itu. Apabila sudah dibahasakan orang bisa semakin memahami pengalaman tersebut dan akhirnya bisa mulai meninggalkannya." (Pennebaker, 1990)

Mungkin itu salah satu  alasan kenapa dulu saya suka mengungkapkan hal-hal yang mungkin mempermalukan diri sendiri (buka aib -_-), tapi membuat saya nyaman karena saya sudah "melepaskan semuanya". Nah kalo sekarang kayanya gatau kenapa rada ngerem nih, ngga nyaman loh beneran. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa saya baca buku ini hihi.

Baca buku psikologi memang selalu menyenangkan, terutama ketika ada yang pas banget buat diri kita. Hihi.
Bukunya asik banget kok, ilmiah, dan  banyak contoh-contoh real yang mendukung hipotesis beliau.

Yak, belajar terus mengungkapkan apa yang dirasakan!
ekspresikan emosi ! Yeay
Ga perlu takut juga dibilang "curcol nih yee"
*curhat colongan

Pustaka:
Pennebaker, James W. 1990. Ketika Diam Bukan Emas - Berbicara dan Menulis Sebagai Terapi. Penerbit Mizan. Bandung
(Buku terjemahan dari Opening Up: The Healing Power Of Expressing Emotion)

*Judul terinspirasi barusan dari liat blog nya debi hehe :p

Wednesday, February 6, 2013

foto cantik, foto ekspresif?

ada dua foto.
yang satu kau anggap wajahmu cantik (hueek hhe)
yang satu lagi kau anggap tidak secantik yang satunya karena senyumnya keliatan gigi (gigimu jelek)
mana yang kau pilih?

- tadi aku pilih yang foto pertama (dasar, pengennya yang bagus2 aja heu)
- setelah itu aku jadi kepikiran bikin quotes ini :

CANTIK, TAPI GA EKSPRESIF, NGAPAIN?
sebuah quotes abal-abal yang dihasilkan dari perenungan yang mendalam. (naoon deui)
saya jadi inget dulu pernah dikatain mukanya kaya komik karena tiap di foto ekspresinya bisa macem-macem anehnya. makin gede malah kepingin fotonya keliatan cantik (kata diri sendiri tea)

padahal Allah nyiptain muka kita dari berbagai otot. kita juga bebas mengekspresikan wajah kita. eksplor lah itu wajah kitaaa. jadi supaya pas difoto juga ga bosen ekspresinya gitu-gitu aja.
menerima jeleknya ekspresi muka kita di foto itu bagian dari mensyukuri nikmat Allah juga loh. hehe

Jadi, maap maap ya kalo foo bareng ekspresi saya aneh-aneh, bukan maksud ngerusak hihi. terima aja hasil fotonya, ga usah pengen keliatan cantik tapi ga puas karena ga bisa berekspresi.
atur atur lah hehe

EKSPRESIF!
6 Februari 2013

OH IYA, SELAMAT WISUDA BOOOVV! :D

*btw ini post apaan banget yak hehe

lingkungan yang bikin tumbuh

"sebenarnya kita ga butuh lingkungan yang hebat,
yang kita butuhkan adalah lingkungan apapun yang bisa membuat kita terus tumbuh dan berkembang..."

Tumbuh yang kumaksud bukan dalam aspek fisik, karena secara fisik tubuh kita pasti terus tumbuh, ya toh?

Lintasan pikiran yang kudapat dari pengamatan dalam sebuah komunitas yang sudah lama sekali kuikuti. Orang datang dan pergi. Berubah, tumbuh (seharusnya).

Teori tentang pengaruh lingkungan terhadap perkembangan diri kita pasti sudah sering dengar. 
Logikanya, lingkungan yang baik akan memberi dampak baik terhadap kita. Sedangkan lingkungan yang buruk akan memberi dampak yang buruk terhadap kita. Kita semua setuju tentang logika itu, tapi kenyataan yang terjadi memang tidak sesederhana itu. Yang terjadi bisa sebaliknya, sudah banyak contohnya.

Dulu kupikir kita harus dapat lingkungan yang hebat-hebat. yang orangnya udah wow gitu.
tapi ternyata tidak, di lingkungan manapun kita bisa hidup dengan baik. Mungkin lingkunganmu saat ini belum sukses, atau tidak seheboh lingkungan lainnya. Kau bisa berpikir bahwa kau tidak mengikuti teori tadi. Ketika kamu gagal, kamu sangat mungkin menyalahkan lingkungan. Tapi apa gunanya? Yakinlah, waktu akan membuktikan nantinya, mungkin kita hanya perlu bersabar, dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang. Pada akhirnya yang salah bukan lingkungan, tapi cara pandang dan sikap mu mengenai lingkunganmu.

Dan kalau kau kini merasa di lingkunganmu hebat-hebat, perhatikan lagi, jangan sampai terlena, pastikan kau benar-benar belajar, benar-benar dapat tumbuh.

bagaimanapun kondisi lingkunganmu, kamu punya kekuatan untuk memilih dan memutuskan mana yang benar-benar baik. Menurutku, itu sih sebenarnya yang esensial. Allah juga bilang gitu kok (inget QS Ar-Rad ayat 13)

yeyeye! di usia segini baru memaknai kembali beberapa istilah.

#selftalk
Jl Pelesiran 20a
6 Februari 2013

*internet disponsori oleh chamar, hehe numpang ya chaaam :D

Monday, January 14, 2013

Salvinia molesta






29 Desember 2012 lalu akhirnya dapat tanamannya dari pedagang tanaman hias di metro. S.molesta ini termasuk paku air, dianggap sebagai gulma liar, jadi diberikan secara cuma-cuma sama si abangnya. Alhamdulillah..
 Sekarang masih dipelihara aja di baskom, di dekat kolam ikan. Yang kusimpan di kolam tampaknya mulai berkembang biak cepat. ayo ayo cepat tumbuh yang banyak ya :D

Penelitiannya belum dimulai, ini hitungannya masih aklimatisasi (hampir 3 pekan, karena sebelumnya mereka tumbuhnya di kolam yang airnya kering tinggal tanah)

Ya Allah, mudahkan dalam proses menjalaninya sampai selesai.

:)


*sumber gambarnya tidak tercatat..

Friday, January 11, 2013

Penggusuran PKL Gerbang Belakang ITB


Puing-puing kios di gerbang belakang ITB. Gambar diambil dari arah pintu gerbang.
Mobil penggusurnya. (Photo by : Reza Alhumaira BI'11)

Sepeda motor saya niatkan berbelok di jalan dayang sumbi. Tumben, biasanya untuk menuju gerbang belakang saya tidak pernah lewat dago, selalu lewat jalan ganesha baru kemudian menyusuri jalan setelah kebun binatang. Potongan bambu dan mobil patroli polisi terbentang melintang di ujung jalan dayang sumbi, entah ada apa. Membuat saya terpaksa meneruskan perjalanan melewati simpang dago.


Kini parkiran utara ITB sudah tidak ada, untuk pembangunan. Ya, ITB sedang melakukan banyak pembangunan dan pengembangan. Saat itu saya hanya berharap dapat parkir di sekitar daerah kios-kios PKL di daerah gerbang belakang ITB, karena kemarin-kemarin hari dipenuhi motor yang parkir.

Hari ini lain, tidak ada jajaran motor yang parkir, digantikan berbagai barang-barang penjual, kayu-kayu kios yang sudah tidak berbentuk, serta tatapan mata yang 'kosong', pasrah.
Ya, inilah hari itu. Penggusuran PKL oleh pemkot Bandung yang lama diisukan itu benar-benar terjadi setelah beberapa kali Surat Peringatan diberikan dan dikomunikasikan.

Saya termasuk mahasiswa yang selama belakangan ini tidak secara aktif melakukan kajian-kajian atau mediasi terhadap pihak manapun, tapi terimakasih pada himpunan dan teman-teman mahasiswa ITB yang terus menginfokan info terkait nasib pedagang-pedagang di gerbang belakang. info kronologis mengenai ini dapat dilihat di situs KM ITB di sini

* * * *

Siang harinya sebelum pulang, saya menyempatkan memfoto lokasi dan kemudian berniat pulang. Tapi entah apa yang menggerakkan saya, saya kemudian memutuskan untuk sedikit ngobrol dengan para pedagang yang masih berkumpul di taman depan lokasi. Sama sekali tanpa persiapan atau apapun, saya hanya ingin mencoba memahami yang mereka rasakan, sebagai masyarakat. Saya juga bingung bisa bantu apa saat itu. Dengan kemampuan berkomunikasi yang seadanya saya mencoba ngobrol dengan salah satu pedagang.

Ibu Maryati dari warung panghegar dan Ibu Resih dan suami dari warung barokah.
Banyak yang saya dapatkan, Ibu resih dan suami ini bertempat tinggal di sekitar siliwangi. Memiliki 3 anak, yang 1 sudah meninggal dan 2 lainnya sebagai guru. Sudah sejak tahun 80an mereka berjualan di sana (Wow! 30 tahun!). Dari mulai hanya 3 pedagang, sampai kini sebanyak sekarang. Mereka tergabung dalam koperasi Kopartis. Berjualan masakan ayam dari ayam kola, ayam bakar, ayam goreng dll. Mereka ditemani salah satu cucu yang sering membantu mereka, Oni.

Gerobak dan barang yang dipindahkan. Gambar diambil dari belakang bu Resih. Lokasi : taman segitiga depan lokasi kios-kios

Barang-barang bu Resih "Barokah", termasuk minuman-minuman yang baru kemarin dibeli dari pasar

kini yang berdiri kokoh hanya pohonnya. Dengan pembangunan, pohonnya pun akan tetap berdiri kokoh kan?
Saya kurang tahu tepatnya jam berapa penggusuran dilakukan. Suami bu resih (selanjutnya saya sebut pak resih saja ya, keasikan ngobrol banyak malah lupa tanya -_-) bercerita banyak. Peringatan sudah diberikan sejak lama (entah 3 atau 4 kali SP), namu dari mereka hanya bisa berharap itu semua tidak jadi. Yang mereka sayangkan, katanya tidak mendapat solusi dari pihak penggusur. (Mungkin seperti cerita pedagang yang di gelap nyawang). Bahkan beliau bilang dengan terkekeh "mungkin dibiarkan mati saja ya..". Dengan kejadian ini, mereka menerima saja, mau bagaimana lagi, petugas penggusur juga sudah dengan sopan meminta mereka membereskan barang-barang. Petugas penggusur juga hanya menjalankan tugas, tidak akan bisa mengubah kebijakan apapun. Katanya, Mahasiswa juga banyak yang ikut peduli, tenggang rasa juga, tapi mungkin impact nya belum besar atau belum nyata terasa. Katanya, mahasiswa jaman dulu mah berani berani, jaman sekarang tidak tahu.
Beliau pernah diundang dalam suatu pertemuan mengenai ini di dalam ITB, kemudian beliau menyebutkan salah satu nama Ibu-ibu di ITB yang "paling bertanggung jawab". Wallahu 'alam saya tidak punya hak untuk bilang apa-apa. Saya juga tahunya ini wewenang Pemkot Bandung dan terkait ITB, tapi kalo lihat duduk perkaranya, pak resih bilang kok kesannya saling lempar.

Beliau ini menurut saya sangat bijaksana, usianya mungkin sudah sekitar 70 tahun, cucunya juga sudah 5. Mereka sedang terus mengharap saja pada Yang Maha Kuasak, melalui KPJB (LSM) yang akan diteruskan melalui DPR. Yang saya tangkap memang mereka tidak mendapat solusi dari pihak penggusur, jadi harapan beliau tinggal melalui KPJB itu.

Mudah mudahan Allah segera memberikan jalan ya Pak, seperti yang bapak bilang bahwa Allah pasti mendengar doa kita :')

* * * *

Yang ada di pikiran saya sebagai mahasiswa biasa cem cem kayak begini,
"Waaah nanti fotokopi dimana lagi? Ngeprint ngeprint? Jajan? Makan?"

Wajaaar. Mahasiswa gituloh.
Penggusuran kios-kios fotokopian dan warung di sepanjang taman sari November 2011 lalu pun masih lekang di ingatan. Betapa pos-pos 'pemenuh kebutuhan' mahasiswa dan pedagang merupakan sebuah simbiosis mutualisme yang tidak bisa dipisahkan.

Dan hati nurani semua orang juga tidak bisa bohong dengan hanya memikirkan diri sendiri semacam itu. Semua juga pasti punya hati terhadap hak-hak pedagang yang harus diperjuangkan. Bukan tentang rezeki, toh yang punya Kehendak Memberi Rezeki tidak duduk di area perdagangan kan? Melainkan kesadaran untuk benar-benar saling peduli hak orang lain.

* * * *

Saya jadi ingat tugas UAS Metode Berpikir Kreatif saya mengenai rancangan inovasi kemahasiswaan yang isinya di latarbelakangi kisah penggusuran PKL juga.

Ini kekhawatiran mengenai menara gading.. Ungkapan yang mungkin pernah kau dengar, ya kan?

Ini baru sebagian permasalahan yang ada di sekitar, jah!
bangsa menanti pemuda pemuda pemberi solusi!
Yah, mulai dari diri sendiri, jah :)

Bandung, 10 Januari 2013

World class competence,
Grass root understanding
--Anis Baswedan, Indonesia Mengajar

semoga ini awal dari penyelesaiannya

Hi ! Hallo !
Aku punya yang lebih baik, Assalamu'alaikum!
Bismillah..

Err. Yah, harus kuakui kondisiku sedang kurang baik. Berusaha terlihat baik-baik saja rupanya tidak membantu. Yah harus kau tahu, maksudku hanya agar sekitarku tidak merasakan 'kegelapan' yang sedang kualami, itu saja.

Harus kuakui kondisiku memang tidak sedang seperti biasanya. Ini tentang sesuatu masalah yang rasanya terakumulasi dalam diri, kemudian ketika sadar, aku jadi begitu panik. Sedikit stress dari luar membuatku mudah berair mata dan berlarut-larut.

Harus kuakui kini kondisiku memang sedang tak sebaik biasanya. Kecamuk di pikiran akan datangnya masa depan, serta penyesalan di masa lalu yang terus menghambat. Mungkin ini sesuatu yang orang bilang mencari jati diri. Hmmm. Mungkin ya, mungkin juga tidak. Ada sebagian dari diriku yang terus menyalahkan keadaan. *astaghfirullah

Yah tenang saja, aku sangat tahu ini harus segera diatasi, ini mungkin masih dalam tahap proses, sehingga akupun belum juga menemukan akhirnya.
Mungkin harus lebih bersabar, lebih bersyukur dan lebih bersemangat karena badai ini pasti berlalu!

Sedikit sajian bergizi dari tausiyah singkat A'agym di radio tadi sore:
"Karunia Allah yang paling besar adalah ditanamkannya keimanan padamu. Hal apapun, seburuk apapun, kalau itu mendekatkanmu pada Allah, itu karunia yang sangat besar!!

Semoga segala apapun yang terjadi di kehidupan kita, bisa membuat kita semakin dekat sama Allah ya :)
Karena penciptaan diri kita juga pasti ga sia-sia, pasti Allah punya maksud. Dan khusnuzan saja sama Allah (geer boleh) kalau kita diciptakan untuk sesuatu yang besar! :)

Bandung, 9 Januari 2013

Wednesday, January 9, 2013

56th


Sebuah black forest manis di tanggal kelahiran mama di tahun 2013 ini, 8 Januari 2013.
Karena masa libur sempat lupa sama penanggalan (-_-), jadi lupa sama hari ini.
akhirnya aku sama mbak ovie patungan beli kue yang so sweet sekedar menyenangkan mamah.
patungan nya mbak ovie nyumbang semua biaya pembalian kue, aku nyumbang tenaga dan transportasi buat belinya (patungan yang aneh hehe, adik yang hemat :9)

Mamah bapak pulang dari jatinangor, mbak ovie udah tidur. Kue gagal dipotong, menunggu pagi menjelang.
Mama bilang sambil senyam senyum, "tadi ifa SMS selamat ulang tahun pake hehe".
Aku belum berani ngucapin apa-apa ._.
Sampai saaatnya akan tidur, baru beraniin diri buat ngucapin (tadinya berharap mamah ngerti aku pingin ngucapin, tapi ngga mungkin kalo akunya emang ga ngucapin)

by the way, maap buanget tadi kuenya agak jatoh di SPBU pas ngisi bensin. aman kok, sedikit penyok aja hiasannya, dan cherry nya lepas dari peraduannya. hehe

now, mom 56th!

Tuesday, January 8, 2013

kamana wae, "Dear Diary" ?

kau akan merasa suatu hal berharga ketika sudah tidak lagi memilikinya.

"Diary, kapan terakhir kau menulisnya?"

Ah rasanya dulu aku adalah seorang penulis buku diary. Perasaan-perasaanku dapat tertuang langsung disana dari hari ke hari, bisa lah kulihat gejolaknya.

Sangat menyenangkan loh mendapat feedback dari pikiran tertulis kita yang ada di blog atau status facebook, tapi kini aku sampai pada kesimpulan bahwa kemajuan teknologi IT ini sedikit membingungkanku dan memecah pikiranku. Facebook, twitter, blog, dan laptop (software onenote yang paling saya suka buat curhat) rasanya membuat diri terpisah-pisah.

Sebagian ku upload disana, sebagian disini, sebagian lagi disimpan sendiri karena kupikir terlalu personal untuk di publish di lalu lintas dunia maya.

Salahku, hal yang personal itu malah jadi tidak kucatat dimanapun. Aku jadi sering mengabaikan perasaan-perasaanku.

Mudahnya sarana penulisan dengan media elektronik harus disyukuri, namun untuk hal ini rasanya aku lebih butuh untuk mendapatkan keutuhan diri. Apapun yang dirasa, ditulis saja di buku diary.Mudah, seperti dulu saja. Buku dan pulpen rasanya akan jadi sahabat dekat kembali.

Yah, entah menulis diary masih dianggap bocah atau tidak. Atau bahkan sebenarnya semua orang dewasa pun juga masih punya?

MENULIS BUKU DIARY SETIAP HARI! :D

Dear Diary, asa getek. Apalagi inget diary ababil jaman dulu. hihi
 *oke lah ga selalu perlu pake kata-kata dear diary, intinya nulis buku diary harian lah ya hehe :D

Bandung, 6 Januari 2013

* * *

"Kau kan suka mengejekku karena selalu membawa buku catatan dalam tasku. Tapi aku suka menuliskan pemikiran cerdikku di dalamnya agar aku tak lupa, dan kali ini aku sungguh senang memiliki buku itu."
--Berrit Boyum pada Nils Torgesen, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Untuk seorang seperti aku, ada perasaan aneh ketika menulis buku harian. Bukan hanya karena aku belum pernah menulis, namun karena akupun berpikir bahwa baik aku maupun orang lain tak akan tertarik pada curahan hati seorang remaja berusia 13 tahun. Tapi sebenarnya bukan itu permasalahannya. Aku ingin menulis tentang apa saja yang muncul di dalam jiwaku. Kertas kan lebih sabar dari manusia."
--Nils B. Torgesen,  Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

hidup untuk menghidupi yang lain

Kalau kamu hanya untuk dirimu sendiri, silakan saja berpuas puas dalam masalahmu. Berpikir tidak ada jalan keluar, berpikir bahwa hidupmu tak ada artinya, berpikir semua masalahmu yang paling berat. Sampai rasanya tidak ada hal apapun yang bermanfaat yang sempat kau perbuat.

Tapi hiduplah untuk juga menghidupi orang lain.
Belajar dari peliknya berbagai permasalahan hidup oranglain.
Dengan itu kamu lebih bijak menapaki setiap permasalahanmu.
Bahwa kau terlalu mulia untuk hidup hanya untuk dirimu sendiri
Bukankah kau diciptakan Allah untuk menjadi cahaya bagi yang lainnya?

Mungkin sekarang cahayamu hanya belum bernyala kuat,
Tapi percayalah, kau akan bisa menerangi sekitarmu

Ignite yourself!
_____________________
Habis jalan-jalan ke kajim bareng rere.
Kenalan sama teh reni (yang masih sangat muda), serta anaknya Zahra (1,5 tahun) yang malu-malu kucing
Yak mungkin kapan-kapan bisa main ke "gubug derita" (she said that) penuh cinta :D
 
Bandung, 5 Januari 2013

Holiday

"We need holiday, some quality time to be a person yourself. A complete one not only someone who have academic history, but also have a life history. Holiday means you have all free time by yourself but it's supposed to be a very useful time."
--Profesor Tania :)

Saturday, January 5, 2013

Letter To My Younger Self 8 Years Ago by Mirza Adrian

tulisan ini dibuat seorang kakak kelas saya yang sangat luar biasa. saya ambil dari personal blognya. saya belum bisa menulis ini, tapi ini apa ya.. ah, menyejukkan.
***
Dear Mirza,
Soon, on July 2004, you will move to London and start a new life. This will be a hard thing for you to cope. So I am writing this letter to you from the future hoping that it will help you in getting through this transitional phase. I hope that you read this carefully and act upon this writing accordingly.
 ***
My dear Mirza, at some points in your life, people will leave you. At some other points in your life, you will leave people. Either way, during these points in your life, you will feel very lonely. You know, that feeling that you're facing this world and all of its evil and problems on your own without friends to share your worries and stories, help your problems, or laugh at your jokes. You know, lonely.

But don't worry. From my experience, I know that it will pass. And will, eventually, come again. It is a cycle that you will feel now and again. In my (or should I say our) case, the cycle time is about four or five years. So I've grown quite used to it. But still, it strikes me (well, loneliness is not the best feeling in the world).

The frequencies of me facing this problem necessitates me to devise a way to cope with these time of my life (or in psychoanalytic diction, create a form of defence for the Ego to face reality without it experiencing much disturbance, you will learn about this later). Perhaps, if I share it here, it will be much use to you right now.

My advice is simply (well like all good advice, simple to say but not that simple in reality) to forget what you had, cherish what you have, and embrace what you will have.
Now, I know that you will disagree with all of my statement above.

You will disagree with the first point, "forget what you had". I know you will come up with the question "How can you forget those fond memories that you have with those dear friends?" to deny it. Well, my answer is this: whatever you had or experienced in the past, in the end, had past. Wallowing yourself in memories and "what had happened" does not help you to cope with the life you're about to live. And, I'm saying this from experience, you will eventually forget. You will eventually forget about people and people will also forget about you. From experience I know that the thought that people will remember people forever and ever is nothing but an illusion. And I know, if you're reading this at the initial phase of your transition, you will, out of sentimentality, disagree with me strongly. But, later - perhaps when you don't even remember ever reading this - you'll see the truth in my statements. 

You will also disagree with my second point, "cherish what you have". Again, I know you will deny it with the question "What is there to cherish? I'm not enjoying anything at the moment!" To you, my answer is this: love every seconds of your life however bad yours is. Because whatever you have right now, be it heaven or hell, is the only thing you have right now. You don't have anything that you don't have right now. All you have is now. So cherish it. From observation I know this to be true, "Happiness comes to people who cherish". So cherish, and I guarantee you'll be happy.

Lastly, you will also disagree with my last point, "embrace what you will have". The question that you use to deny my point this time is, "How can I embrace my currently unknown future?" My answer is this: Life will not disappoint you. Provided that one condition is fulfilled. Life will not disappoint you if, and only if, you accept whatever life gives to you. Now I know that from your point of view right now the future looks dark and full of unknowns and uncertainties. It is a very scary view indeed. But soon, and little by little, life will shine onto the darkness and reveal some amazing things, and also some awful things. My advice to you is to accept them all. Take and appreciate the amazing things. With the awful things that life gives you, also take them and learn from them. This, my dear Mirza, is the process of growing up. If you refuse some things, you will lose some of life treasures and, more importantly, lose some of life lessons. From experience, I've learned that accepting everything that life gives is a way to get a fuller life. So just accept everything, and life will not disappoint you.
***

My dear Mirza, this is all the advice I can give to you right now. What you are feeling right now is temporary, like all phases of life are. Just face it as best as you can. I hope, in fact I know, that you'll be alright. But at the same time also not alright. Mais, c'est la vie (I know you don't understand French right now so look it up. This phrase could be one of your life motto later).


Live well Mirza.
                               
Best Regards,
Your Future Self.
                                                                                                                       
*PS: You might want to keep this letter as you will need it again in 8 years – at the end of your college life. When you reach 2013, tell your future self that this letter is still valid and that he doesn't have to worry about a thing. Thanks.

Perkenalkan, Salsa si Salvinia :)

Giant Salvinia
Salvinia molesta
Photo by Vic Ramey
Copyright 2000 Univ. Florida

Perkenalkan kawan, ini Salsa (naon deui -_-) yang suka fitoremediasi
salah satu yang bikin galau di tingkat 4.
Sampai saat ini belum dapet pesen dimana (di sawah banyak, dan belum jadi pesen pak juandi juga)
akhirnya bisa ketemu aslinya di tukang taneman depan metro
karena ini taneman liar, jadi dikasih gratis.
buat pendekatan dulu aja sih supaya lebih akrab

 research questionnya mesti mantep euy, masih taraf studi literatur.
haiaaah semangaat!!!
:D

Si Topi Bulu di Angkot

Sore tadi saya naik angkot, dalam perjalanan pulang dari lembang (Balitsa) menuju bandung.

Disambut pasangan penumpang bertopi bulu dengan style yang mentereng khas orang kaya, sempet kaget barangkali aku salah naik.
topi bulu ini maksudnya, dan mereka pake lengkap dengan syalnya. (source : http://irosli63.blogspot.com/2011/01/panorama-indah-di-tangkuban-perahu-tp.html)

Duo topi bulu ini jadi pusat perhatian angkot kami, maklum secara fisik mereka cantik dan ganteng. Yang perempuan berambut panjang keunguan, memakai kacamata hitam terlihat anggun dan pendiam, mungkin lelah. Yang laki-lakinya lebih jadi pusat perhatian karena sepanjang perjalanan tak habisnya ngobrol dengan ibu-ibu di angkot. Setelan kaos putih polos dan jeans, badannya berotot (ngeliat dari postur badannya atletis -__-) tipe tipe koko levi (hehe) rajin nge gym meureun. Dari suara dan wajah sepintas mirip Vino G. Bastian (halah ini jadi inget jaman jahiliyah SMP dulu)

Sepanjang di angkot saya ga lepas ngeliatin dia dan ikut ngedengerin. Karena beneran deh, menarik banget!
(seperti kebiasaan saya di angkot, kalo ada yang menarik ga bakal dilewatin)
Topi Bulu (TB) : Di lembang itu sate kelinci di sebelahnya ada juga yang jual kelinci hidupnya ya?
Pemirsa Angkot (PA) : Iya doong, disini mah asiik!
TB : Jadi kalau mau makan sate, bisa pilih kelincinya dulu ya, atau kalau pengen miara, tinggal pilih ya..
PA : Iyaaa..
TB : RAJA TEGAAA..
PA : ahahaha..

TB : Ibu-ibu di lembang sini oke-oke ya bu?
PA : oh iya doong!
-_-
Gubrag

* * *
Jadi ternyata mereka dari Makassar, lagi liburan ke bandung, tadi habis main dari Tangkuban perahu. Pantesan pake topi bulu itu, kedinginan. Tapi beneran itu nyentrik banget. Selama saya main ke tangkuban, kalau ada tukang topi bulu itu suka pengen beli karena lucu, tapi selalu mikir dipake buat apa? Saya juga mikir ga akan ada yang beli terus make itu! (ternyata ada ya hehe)

Yang paling saya suka dari orang itu, bisa enak banget ngebawa suasana. Pasti bisa deket sama siapa aja, karena semua orang itu disapa, di ajak ngobrol, dan sama sekali ga ada keliatan canggung.

Ini contohnya. Jadi ceritanya mereka mau jalan-jalan ke PVJ sambil nunggu malem berangkat ke cengkareng. Sama pemirsa angkot (ibu-ibu rumpi) dikasi berbagai pilihan tempat. Ya kampung gajah, ciwalk, the raid, dll. Tapi mereka emang tujuannya ke PVJ.

Namanya orang pendatang (apalagi mereka keliatan 'berada'), Terus bapak angkotnya nawarin buat nyarter angkotnya :
Abang Angkot (AA):  carter angkot ini aja sampai PVJ, biar ga kena macet, bisa motong jalan!
TB : Emang pengen naik angkotan umum pak, kan biar merakyaaat
AA : mending naik ini terus aja, macetnya bisa 3-4 jam
TB : kan seru pak, kaya kalo di jakarta naik busway, kereta, ojeg, bajay, semua udah pernah nyobain. Emang berapa pak kalo naik ini sampe sana?
AA : 300ribu aja langsung sampe depannya!

saya kaget, abang angkotnya oportunis hehe parah banget. Kalau kalian jawab apa? Ini kata si Topi Bulu:

TB : Wah sampe PVJ 300 ribu mending saya berenti di the raid terus naik kuda ke cengkareng pak kaya koboy gitu! kalo 300ribu, nanti malah gabisa pulang uangnya habis pak hehehehe

Pokonya alur pembicaraannya enak banget. Akhirnya kami mesti ganti angkot, turun di tempat yang sama. Dan saya ngarep bisa seangkot lagi.

...

Yak, seangkot!
Terus dia bilang "eh ketemu lagi!"
Ngobrol lah sepanjang perjalanan. Dari mulai calon gubernur jabar yang pada bintang iklan obat, kuliah, tukang baso, suhu, kerudung, sampe bicarain fenomena abang angkot oportunis tadi.

Dia bilang suhu di tangkuban dingin banget, tapi mataharinya nusuk juga (sambil ngeliatin otot tangan yang belang. Ehem. Sip mas)

Dia bilang, kalau di makassar ngga ada yang seperti itu. Dia taulah lagi di "manfaatkan". Katanya abang-abangnya keliatannya baik gitu nunjukkin, tapi ujung-ujungnya cari untung. Di makassar kalau ada pendatang, diperlakukan sama dengan warga aslinya, ga ada bedanya. Dia bilang istilahnya, ngga di patolo-toloi  (dibodoh-bodohi, bahasa makassar, --cek lagi ya). Apalagi dia bilang jurusannya ekonomi. Wajar sih.

* * * *
Ceritanya panjang kalau lengkap. Dari beliau saya bisa belajar bahwa komunikasi dengan orang lain itu akan nyaman bila baik. Dia punya sesuatu yang membuat nyaman orang disekitarnya. Dari luar kesannya hanya main-main, tapi toh sebenarnya sangat bijaksana. Bijaksananya memancar keluar, dikonversikan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Sopan, rame, mencairkan.

Nah jadi semakin pengen mendatangi banyak tempaaaat!
semoga bertemu orang-orang baik yang mau menuntun :D

_______________________________
Ah maaf ya kurang lengkap ceritanya.
Ini pengalaman naik angkot lagi setelah selama ini naik motor terus (yang jarang ada cerita anehnya).
Pokonya Hidup angkot!

Bandung, 4 Januari 2013

antara motor dan buku


Halo 2013!

Sudah masuk masa libur perkuliahan. TA menanti.
semoga segala yang dibingungkan dapat teratasi, bisa berpikir semakin jernih kedepannya.
:D

Lama tak menulis, banyak hal yang terjadi.

Setelah cukup lama berkelana mengendarai motor kemana-mana, saya merasa ada yang hilang dari diri saya.
Baru beberapa hari ini saya temukan, ada yang bisa menebak?

Intensitas membaca saya jadi menurun.

Saya terbiasa membaca banyak buku bacaan dalam tas saya, minimal 2 buku yang lagi menarik dibaca. Saya biasa membacanya dalam perjalanan di angkot (minimal 2 jam perjalanan dalam sehari). Setelah ngangkot, semakin penasaran dan terus lanjut baca dimanapun.

Kalau naik motor?
Jelas gabisa. sepanjang perjalanan konsentrasi sama jalanan. Membaca buku dalam perjalanannya jadi hilang. Setelah momotoran, biasa aja. Kalau sempat ya baca, kalau ngga sempat, yasudah.

Nah jadi ketahuan juga alasannya kenapa lagi jarang menulis.
Karena lagi jarang baca.
Ckckck

By the way, lagi seneng baca kisah khalifah, aqidah, sama beberapa buku terbitan lama.

* * * * *
Ini post agak kurang penting, warming up dulu krn sebenernya mau nulis post yang setelah ini hehe :D

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...