Monday, October 8, 2012

Belajar dari Sejarah Asia Menuju Komunitas Asia (resume mbk)


TUGAS RESUME MATA KULIAH METODE BERPIKIR KREATIF
BELAJAR DARI SEJARAH ASIA MENUJU KOMUNITAS ASIA
“Memahami Sejarah Menjadi Elemen Penting dalam Membangun Masa Depan Bangsa”
Narasumber : Bapak Nana Supriatna
Jumat, 5 Oktober 2012

            Indonesia pada tahun 2050 menurut Martin, akan menempati posisi ke 7 setelah China, AS, India, dan beberapa negara lainnya. Merupakan sebuah prediksi yang sangat positif dan optimis bahwa Indonesia disebut sebagai bangsa dengan potensi kekuatan yang sangat besar. Prediksi tersebut salah satunya didasari dari peristiwa beberapa saat lalu manakala kebanyakan negara-negara adidaya mendadak jatuh perekonomiannya, sedangkan Indonesia yang tidak terlalu menggantungkan perekonomiannya pada ekonomi global, dapat tetap bertahan dengan sektor KUKMnya.  Sebagai orang Indonesia, kita patut berbangga, tentu saja. Namun juga kita dihadapkan pada suatu kenyataan di tahun 2012 kini, melihat Indonesia yang belum juga ”bangkit”, hingga timbul suatu pertanyaan, apakah Indonesia mampu?
            Mari kita mulai dengan melihat kondisi Indonesia dengan segala permasalahannya kini. (1) Kualitas SDM Indonesia seakan-akan lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Jepang, Korea, Singapura, dan Taiwan. Padahal banyak tenaga kerja Indonesia juga dibanggakan di luar negeri, dan dicari karena kualitasnya. Justru kualitas SDM Indonesia sangat baik, hanya saja dalam proses penyiapan SDMnya belum terjadi kemerataan, serta kurang dihargai di negeri sendiri. SDM Indonesia yang berkualitas di luar negeri akhirnya banyak berkontribusi di luar didukung pula oleh kemudahan fasilitas yang disediakan oleh negeri luar. (2) Budaya inward looking masih mendominasi dibandingkan outward looking, termasuk di kalangan akademisi.(3) Jumlah entrepreneur (insan mandiri) masih kurang dari 1 % dari jumlah penduduk.(4) Pola pikir masyarakat konsumtif, masih sebagai konsumen bukan produsen.Contohnya Indonesia menjadi sasaran empuk dalam mempromosikan gadget terbaru, yang kemudian menjangkiti seluruh kalangan. (5) Praktik demokrasi belum menggambarkan hakikat demokrasi, yaitu equal before the law, dan social justice. Proses pemilihan pemimpin kerap hanya semarak saat pesta Demokrasi, menjelang waktu pemilihan. (6) masih banyak konflik antar golongan.(7) Industri kreatif masih ada yang mengekor/mengikuti budaya lain, belum semua punya identitas sendiri.
            Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang yang sarat makna. Beberapa masalah sejarah Masyarakat Indonesia : (1) Kita seharusnya memiliki etos belajar dari kemajuan bangsa penjajah. Kalau kita tengok negeri Korea saat ini, sebenarnya semangat mereka tak lepas dari sejarah panjang mereka. Mereka bertekad untuk mengalahkan negeri yang pernah menjajah mereka (Jepang). Kini mereka dalam perjalanan menuju visi besar itu. Kini Korea sangat pesat, dan visi mereka untuk mengalahkan Jepang menjadi motivasinya yang mengakar. Kini pertanyaannya, adakah bangsa Indonesia memiliki niat untuk mengalahkan penjajahnya terdahulu? Dalam hal yang positif tentu. Mungkin sampai saat ini masih banyak dari kita yang terus berpikir bahwa Indonesia tidak mungkin bisa mengalahkan Jepang misalnya, atau Belanda. Kenyataannya bangsa yang kalah akan mengekor pada bangsa yang menang. Belanda dengan segala infrastuktur yang sangat baik, public transport yang nyaman, serta masyarakat yang kebanyakan menggunakan sepeda untuk aktivitasnya. Indonesia kini? Toilet identik dengan kata kumuh, jalanan yang macet, infrastuktur yang buruk, dan baru mulai menyuarakan kampanye bike to campus? Tapi semakin banyak yang sadar, Indonesia pasti bisa. (2) Indonesia juga diwarisi budaya kekerasan dalam suksesi kekuasaan. Dalam sejarah panjang Indonesia, beberapa kerajaan tumbang karena perang. Kini, proses pemilihan kepala daerah juga tak lepas dari kasus seperti itu. Ada sesuatu yang harus diperbaikin dari pola pikir mengenai sebuah kekuasaan. (3) Negeri Bahari telah mengubah orientasi laut ke darat. Saya kurang memahami poin ini, mungkin potensi kelautan yang dimiliki Indonesia tersingkirkan oleh potensi daratan yang juga Indonesia mililki.

ASIA, PUSAT BARU DUNIA
            Kishore Mahbabani (2010) dalam The New Asia Hemisphere mengatakan beberapa alasan mengapa Asia menjadi Pusat Baru Dunia. (1) Asia mengadopsi Barat dengan meniru konsep pasar bebasnya (AFTA). (2) Asia meyakini peran sains dan teknologi. (3) Budaya meritokrasi.Apresiasi kemampuan bukan karena kedekatan dengan rezim.(4) Pragmatisme.Contoh di India kini sistem kasta dihapuskan demi kemajuan. (5) Budaya perdamaian. (6) Penegakan hukum.Contoh di China sudah berani tegas memberlakukan hukum mati bagi koruptor. (7) Pendidikan.
Beberapa latar belakang historis mengapa Asia menjadi pusat dunia baru adalah bahwa dari negara-negara Asia lah sistem kepercayaan besar dunia lahir dan berkembang (Islam, Hindu, Buddha, Taoisme, dll), serta budaya migrasi ke berbagai belahan dunia lain.

 
BELAJAR DARI NEGERI TERBAIK ASIA
1.      China
Kini China disebut-sebut sebagai simbol peradaban dunia. Ekspansionis dalam setiap dinasti. Dapat mengatasi kemajemukan dan menyatukannya dalam sebuah identitas. China juga memiliki ajaran filosofis konfusianisme. Serta adanya pragmatisme para pemimpin besar.
2.      Jepang
Semangat bushido dari budaya lokal. Lebih baik mati terhormat daripada hidup menanggung malu. Disiplin dan punya etos kerja tinggi.
3.      Korea
Semangat mengalahkan penjajahnya (Jepang). Bukan dendam, melainkan menjadikannya sebagai motivasi terkuat untuk dapat berkompetisi dalam segala hal. Sistem pendidikan melalui kearifan lokal. Sangat kooperatif secara internal, dan kompetitif di luar. Salah satu makanan tradisional Korea yang merupakan kol fermentasi (kimchi) merepresentasikan bahwa Korea sangat mengenal negerinya serta dapat memanfaatkan potensinya. Kesempatan menanam hanya 1 masa, sehingga sayuran disimpan dengan teknik fermentasi agar dapat dimakan kapanpun, dengan kualitas gizi yang juga semakin baik. Mungkin ini merupakan cara mereka, “How to prepare the future.” Korea juga berpikir tentang peradaban sungai. Yang bila dibandingkan dengan Indonesia kini, Indonesia belum sadar akan pentingnya sumber air dan hutannya.
Dari semua paparan di atas, bangsa Indonesia harus bersatu mencapai visi bersama. Sabang sampai Merauke tetap kuat. Kekayaan Indonesia disadari sebagai potensi yang harus dioptimalkan sebaik-baiknya. Sejarah Indonesia juga telah menunjukkan betapa kuatnya bangsa Indonesia, serta mampu dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa lainnya, bersinergi dengan komunitas Asia. Semua bisa, kalau kita yakin dan mau berusaha.


SESI DISKUSI DAN TANYA JAWAB
·      Mengapa Indonesia itu lebih sering memperbaiki infrastuktur namun terus menerus menghabiskan biaya,  daripada membuat infrastuktur baru?
Ketika kita sudah menyetujui ekonomi bebas seharusnya kita juga corncern pada pembenahan infrastuktur, agar pendatang merasa nyaman juga. Bila meyakini bahwa sektor pariwisata kita sangat berpotensi, perbaiki, perbaiki semuanya. Bandara Soekarno hatta sebagai bandara terbesar ke sekian, tapi levelnya masih rendah. Bagaimana pendatang dan kita sendiri akan nyaman?
Kita ketahui jalur pantura dilapisi setiap tahunnya untuk mengakomodasi kebutuhan jalan masyarakat. Perbaikan bersifat sementara, karena setelah itu rudak kembali. Mahal, dan pasti banyak mafia proyek. Karakter ketika mendapat proyek, adalah pikiran jangka dapur, bukan jangka panjang.

·         Solusi apa yang tepat untuk meningkatkan budaya meritrokrasi di Indonesia?
Gerakan massive masyarakat secara elegan dan intelek. Sebagai pemikir, penyumbang solusi, bukan pola pikir birokrasi yang berbelit. Suara suara kaum intelektual harun disuarakan. Memperluas kesempatan tanpa memandang kedudukan. Solusi terbaik? Kita pikirkan bersama.

·         Apa maksud dari Entrepreneur tadi?
Yang mandiri, bisa membaca peluang, berpikir jangka panjang.

·         Apa yang bisa dimaksimalkan dari sejarah panjang Indonesia untuk kemajuan?
Potensi nasionalisme kita yang tinggi

·         Tujuan dari terbentuknya komunitas Asia?
Ketika tergabung dalam sebuah komunitas, tentu harapannya semua yang tergabung dapat maju bersama. Dapat saling meniru hal-hal yang baik yang bisa di contoh. Menjadi komunitas yang kuat dan solid di dalam, serta punya kekuatan besar di kancah internasional.



* * * * * * *  
Dibuat sebagai tugas resume mata kuliah Metode Berpikir Kreatif ketiga yang saya ikuti (tugas 1 dan 2 nya dikerjain dadakan pisan 1 jam sebelum kuliah, jadi parah -_-), yang disupport oleh One Asia Community. Banyak istilah yang belum ngerti sih, sambil jalan aja atuh ya. Seru banget! :D tiap kuliah selalu dapet snack lagi hehe :p    

image source : erininternational.mn
 kalo ga salah logo one asia community nya mirip begini (lupa). tapi tulisan bawahnya bukan "ulaanbaatar".


Membentuk Karakter Mahasiswa Anti Korupsi (resume studium generale 2)


Narasumber : Abraham Samad – Ketua KPK RI

Korupsi menjadi berita terhangat di televisi-televisi Indonesia. Budaya buruk yang sudah mengakar dalam setiap lini kehidupan ini kian menggerogoti berbagai sektor. Dari mulai korupsi kecil-kecilan, di kursi DPR, berbagai proyek kementrian, bahkan sempat ada kasus yang menyangkut wakil Presiden RI. Penanganan kasus korupsi tidak bisa main-main atau setengah-setengah, butuh keseriusan dan tekad untuk memberangusnya dari setiap kalangan.
Korupsi berasal dari kata corruptio/corruptus (latin), korruptie (Belanda) yang juga senada dengan rasuah (Malaysia),  riswah “suap” (Arab), tanwu “keserakahan bernoda” (China) serta oshuko “kerja kotor” (Jepang). Secara harfiah artinya kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap dan tidak bermoral. Korupsi secara yuridis dijelaskan dalam undang-undang Indonesia Pasal 2 ayat 1 UU No. 31/1999 tentang pemberantasan tipikor (Tindak pidana korupsi) yang berbunyi “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara..”
 Banyak faktor penyebab terjadinya korupsi: (1) Sikap permisif dan skeptis masyarakat terhadap korupsi itu sendiri. Kini korupsi dianggap biasa-biasa saja, dianggap bukan suatu perbuatan yang amoral karena sudah terlalu sering kita lihat pemberitaan bahwa korupsi terjadi dimana-mana tanpa ada penyelesaian yang jelas. Kini kejujuran dianggap sebagai seuatu yang aneh, masih banyak masyarakat yang juga tidak percaya kalau korupsi bisa diberantas. Anehnya lagi, para pelaku korupsi masih diberi tempat terhormat oleh masyarakat. Ada suatu pola pikir yang salah pada masyarakat Indonesia yang masih memberi penghormatan terhadap orang yang kaya dan berkedudukan, padahal moralnya tidak baik. (2) Peraturan perundangan yang belum memadai, saling tumpang tindih dan banyak celah. Tidak ada realisasi penegakkan hukum dan ketegasan. Hal ini banyak dimanfaatkan para koruptor untuk menumbuhsuburkan praktek korupsinya. (3) Lemahnya law enforcement. Suatu cita-cita bersama dimana sistem penegakan hukum di Indonesia dapat diperbaiki, dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sangat tidak masuk akal bila seorang penegak hukum (polisi, jaksa, dll) tidak memiliki integritas dengan melakukan hal yang amoral juga. Beberapa contoh di luar negeri, sudah ada yang melakukan langkah besar dengan membekukan institusi penegak hukum yang korup, kemudian me-restartlagi dengan melakukan rekruitmen ulang. (5) Kurangnya keteladanan dari pemimpin. Pemimpin-pemimpin bangsa dari skala terkecil sampai terbesar belum sepenuhnya dapat dicontoh. Masyarakat akan menyalahkan pemimpinnya yang tidak memberi teladan, dan efeknya skeptis dan pesimis tadi. (6) sebab-sebab lainnya sangat banyak, kondisi ekonomi minim, tidak memiliki integritas, dan lain lain. Namun satu hal yang sangat pasti adalah, tidak adanya rasa diawasi oleh sang pemilik kehidupan.
Akibat korupsi terlalu banyak untuk dijabarkan. Efeknya mungkin tidak secara langsung, tapi kemiskinan, hutang luar negeri yang semakin besar, kerusakan alam, pengangguran dan penurunan berbagai kualitas sudah menjadi akibat yang nyata. Penurunan moral bangsa juga semakin terasa dan berdampak pada generasi muda. Yang jelas, seluruh masyarakat menjadi korban.
Menurut data litbang KPK, jumlah kerugian negara akbat korupsi setiap tahunnya diperkirakan menembus angka triliunan rupiah.. Pada tahun 2011, total aset kekayaan negara yang berhasil diselamatkan adalah sebesar Rp 152.957.821.529.773 ! Dengan uang sejumlah itu, tentu fasilitas yang kita dapat akan lebih optimal, dan dana tersebut bisa dialokasikan ke berbagai sektor! Seperti untuk rumah penduduk, susu bayi, biaya sekolah, beras, pembangunan sekolah dan sarana.
Sekarang bagaimana cara memeranginya? Dibutuhkan tekad yang sangat kuat. Perangi dengan gigih, adil, dan tidak pandang bulu, sampai tuntas. Kita harus percaya bahwa korupsi bisa diberantas, percaya dengan esensi penegakan hukum, memberdayakan seluruh pihak, dan tahan banting. Karena seperti kita ketahui, korupsi yang terjadi tidak hanya melibatkan satu dua orang saja, tapi sebuah jaringan besar yang saling melindungi. Kelemahan birokrasi dan lambatnya proses peradilan juga menjadi sebuah hal yang harus dievaluasi, untuk mengefektifkan proses. China sudah dengan tegas memberlakukan hukum mati pada koruptor, apakah Indonesia akan siap?
Sebagai mahasiswa, kita dapat berperan sebagai duta anti korupsi, sebagai agen-agen pencerdasan pada masyarakat, suri tauladan yang baik dan mempersiapkan diri sedini mungkin untuk membentuk karakter yang kuat. Karakter menurut KBBI didefinisikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Yang kita sebut pendidikan karakter sebenarnya adalah upaya penyadaran kembali nilai nilai kepercayaan atau agama yang kita anut, menjadikannya sebagai prinsip hidup untuk menjalani kehidupan, bukan sekedar materi yang disengajakan pada suatu pelajaran atau matakuliah.


PERTANYAAN SESI DISKUSI DAN TANYA JAWAB
1.   Mengenai hukuman untuk koruptor, di China dikatakan sudah efektif, mengapa tidak diterapkan di Indonesia?
2.      Bagaimana alur proses tindak pidan korupsi?
3.      Batasan-batasan apa saja yang menyebabkan seseorang disebut korupsi? Misal Sumber dana dari sekolah swasta kan dikelola sendiri, apakah itu korupsi, kan bukan memakai dana APBN?
4.      Bagaimana seleksi SDM untuk anggota-anggota KPK? Saat ini sebagai mahasiswa masih idealis, namun saat di dunia kerja, kita dihadapkan pada suatu lingkungan yang korup, lalu harus bagaimana?
5.      Sejauh mana peran KPK (wewenang bapak) dalam nenyeret orang-orang besar seperti SBY misalnya, atau Anas Urbaningrum dalaagar m suatu kasus korupsi? Antasari azhar pernah mengatakan bahwa ketika menerima tugas sebagai kepala KPK harus siap mempertaruhkan seluruh jiwa raga bahkan keluarga, apakah bapak pernah mendapat ancaman semacam itu?
6.      Boleh tolong dielaskan, mengapa saya harus percaya sama KPK?
7.      Bagaimana cara KPK menjamin anggota-anggotanya steril? Bagaimana hutang-hutang kasus KPK?
8.      Pendapat bapak mengenai revisi UU KPK? Pengaduan lewat twitter? Money Laundry?


* * * * * * * *
dibuat sebagai resume tugas kuliah umum Studium Generale ke 2. Sebenarnya saya agak ngantuk ngedengerinnya. hehe. kurang gereget. Kirain akan menjelaskan tentang KPK nya.
Di tulisan ini ada beberapa pendapat pribadi yang saya cantumkan juga hehe.
Menurut kalian, pembentukan karakter yang baik itu seperti apa sih? :)

Sunday, October 7, 2012

yang bisa diambil dari nonton film Ummi Aminah

image source : addyn.web.id


Habis kumpul krima, ngga sengaja saya nonton film Ummi Aminah di salah satu chanel TV swasta. Awalnya biasa aja, tapi nyata nya saya nonton sampai habis dengan (lagi-lagi) berurai air mata.

Ngga akan terlalu banyak cerita tentang sinopsis filmnya, intinya tentang hikmah di balik musibah yang dialami keluarga seorang Ummi Aminah (Nany Wijaya). Seorang ustadzah berakhlak baik yang biasa menyebarkan dan mengajarkan ajaran islam. Namun dibalik itu semua, dia juga tetap manusia yang ga bisa lepas dari permasalahan. Musibah juga bisa mendatanginya kapan saja.

Sutradara dari film ini Aditya Gumay. FILM INI RECOMENDED BANGET BUAT LANGSUNG DITONTON AJA SENDIRI. Dipikir-pikir kita tuh butuh sesuatu yang bisa bikin kita rada tobat.

Poin penting yang bikin saya pingin bikin tulisan ini adalah kesan yang saya dapat dari cuplikan beberapa adegan dalam film itu.

Diperlihatkan bahwa dari bertubi-tubinya masalah yang menghadang Ummi Aminah (tokoh utama) ada satu bagian yang disebutkan bahwa "walopun kena musibah, tapi masih punya keluarga."
Ya, secara garis besar masalah datang dari anggota-anggota keluarganya (anak), tapi dengan keluarga pula, masalah bisa selesai. Fungsi keluarga  berjalan dengan sangat baik. Punya aqidah kuat, dan saling memahami.

Bicara tentang membangun keluarga seperti itu, tentu saya belum tau apa-apa, tapi dari film itu bisa dilihat bahwa keluarga yang baik, yang bisa memberikan rasa nyaman bagi kita, adalah keluarga yang kebaikan kebaikannya kita tanam sendiri.

Saya yakin kalo ummi aminahnya (sebut saja) jahat, ditengah derasnya masalah, keluarga nya ngga akan jadi penentram hati. 

* * * * *

Permasalahan yang timbul sepintas memang dari anak-anaknya, tapi keluarga yang sejak awal dengan baik terpelihara, nantinya akan tetap dalam koridor yang baik. Contoh adegan saat anak perempuannya digosipkan merebut suami orang, ummi aminah muarah besar sampai bilang "Ngga akan ridha dunia akhirat!"
Kita kadang kalau ngga ada masalah apa-apa, liat kata-kata begitu bebal aja, ngga ada efek apa-apa. Tapi di situ diperlihatkan bahwa sang anak langsung meronta-ronta minta pada Ummi Aminah agar menarik kembali ucapannya. Ikhtiarnya adalah dengan segera pergi dan mendatangi istri laki-laki yang menjalin hubungan sama dia. Udah tertanam gitu rasa cinta dan bener-bener takut sama Allah nya.

* * * * *

Jadi lebih dapet feel nya pas liat di salah satu adegan ada wartawan yang ngedatengin rumah Ummi aminah. Ceritanya mau dapet kabar teraptudet tentang gosip anaknya masuk penjara yang beredar. Disitu saya cuma kebawa kesel aja ( ceritanyaudah menghayati), maksudnya orang lagi kena masalah gitu, malah dibuat rungsing. Ngerti sih, itu memang kerjaan mereka, mencari berita. Tapi yang jadi masalah adalah "masalah pribadi orang bukan buat dibuka-buka juga". Coba kalo kita memposisikan diri jadi orang yang kena masalah, berat bung!

* * * * *

Di endingnya, adegannya lumayan jleb.
Akhirnya sang abah mau mendatangi anaknya (disitu pemerannya Ruben Onsu) yang ceritanya punya sedikit kelainan (laki-laki yang kewanita-wanitaan). Si abah udah mau dicium tangannya, dan minta dipotong rambutnya.
Saya pikir akan happy ending dong. Paling ngga terharu dan kocak gitu.
Ternyata dalam proses pengeramasan si Abah, ruben yang terus berbicara menyadari bahwa Sang Abah tertidur pulas.
Tau? Ternyata sang abah meninggal T_T

Setidaknya sebelum meninggal, hubungannya sudah baik, sudah tidak ada lagi rasa marah diantara keduanya.


"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. 
Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
(diketik dengan nyontek dari al-qur'an surat 2:286)


Bandung, 7 Oktober 2012
Pukul 00:02

Wednesday, September 26, 2012

ngga tepat sasaran

X : Linggis, gergaji, palu, obeng, senapan angin, meriam, semua udah kukerahin kok buat mereka! Terus ko tetep ga bisa?
Y : Terang aja, mereka itu kelaperan, bukannya mau perang
X : ....

Terlintas di perjalanan pulang tadi sore hehe
26 September 2012

Tuesday, September 25, 2012

met new people : another way to found yourself


"Bertemu dengan orang-orang baru adalah salah satu jalan menemukan dirimu. Terkadang memang proses yang terjadi hanya di permukaan saja. Tapi percayalah, selalu ada pelajaran untuk dirimu."
--Jalan Setiabudhi, 19 September 2012

Sebuah catatan yang kutulis dalam buku catatanku seusai pulang dari Balitsa Lembang, terkait pengumpulan laporan KP.

Pembimbingku disana memberikan form penilaian kinerja ku di sana beberapa waktu lalu.  Sesuatu yang awalnya kupikir sebuah formalitas saja, tapi ternyata ngga sepenuhnya begitu.

Hasil akhirnya, aku diberi sebuah nilai yang cukup baik. Cukup lah, mungkin juga tak jauh beda dengan nilai teman-temanku yang juga KP di tempat berbeda. Namun yang lebih menarik buatku adalah bagian "Catatan".

Di situ tercatat bahwa secara umum kemampuanku cukup baik, namun perlu meningkatkan kemampuan ilmiahnya

Mungkin terdengar biasa-biasa saja bagi kalian, namun bagiku, terasa seperti ada bayangan lampu menyala di atas kepala kanan, kemudian terdengar "aha!"

Yah, itu semua jadi lain kawan, kalau kau merasakan ada sesuatu yang rasanya cocok.

Interaksi dengan pembimbing ku selama lebih kurang 45 hari itu, tentu menimbulkan sebuah kesan, apalagi mungkin setelah melihat draft laporan KP ku. Kemampuan ilmiah salah satu skill yang sangat diperlukan di berbagai bidang, kupikir. Jadi mungkin setelah ini harus lebih keras berusaha!

Yak dibantu yak temannya dibantu yak! :D

Resume Studium Generale 1 - Wakapolri

REFORMASI DAN DEMOKRASI KEPOLISIAN
“MELIHAT DAN MEMAHAMI KEPOLISIAN RI LEBIH DEKAT“
Narasumber : Komjen Polisi Drs. Nanan Soekarna

Citra kepolisian di Indonesia masa kini dinilai negatif oleh masyarakat, pungli, kekerasan, atau korupsi. Padahal sejatinya tugas polisi adalah mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Seburuk itukah kepolisian di Indonesia? Tak tahukah bahwa penilaian berbagai  lembaga menunjukkan bahwa polri mempunyai hasil yang baik? Bahkan dinilai sebagai lembaga kepolisian yang sangat baik di luar negeri sana?

Pak Nanan memulai ceritanya dengan latar belakangnya dahulu. Dulu beliau sangat membenci polisi. Dibesarkan di lingkungan militer, ternyata Allah menunjukkan jalan berbeda, hingga sampai saat ini berada di kepolisian dan menjadi orang nomor 2 di polri. Beliau bertekad semoga tidak menjadi polisi yang banyak dibenci oleh masyarakat.

Wajah polisi Indonesia dicitrakan buruk. Para mahasiswa mengaku kesal dengan ulah polisi yang tampak di jalanan. Kalau lapar, adakan razia, tilang saja yang melanggar. Kalau tidak mampu bayar denda, kompromi jadi jalan keluar. Uang kompromi yang ditarik tak masuk kas negara, tidak tahu kemana.

Perlu kita ketahui bahwa dalam menjalankan tugasnya, anggota Kepolisian Republik Negara Indonesia berjumlah mencapai 400 ribu orang. Dari jumlah yang banyak tersebut terdapat 4 levelisasi kepemimpinan yang masing-masing memiliki jumlah dan wewenang yang berbeda: (1) Pati sekitar 237 orang, (2) Pamen sekitar 13ribu orang, (3) Pama sekitar 31 ribu orang, dan (4) Bintara sekitar 340 ribu orang.

Masing-masing level tentu berbeda. Oknum polisi yang sering kita lihat di jalanan, mungkin yang jumlah nya paling banyak, mencitrakan polisi, sebenarnya produk dari pembentukan masyarakat juga. Bila top management nya bagus namun pada tingkat bawahnya kurang bagus, mungkin citra yang terbentuk memang akan negatif, karena jumlahnya lebih banyak dan tersebar di grass root.

Ketidakseimbangan dalam pemberitaan media juga berimbas pada citra yang buruk. Padahal selain itu, polri juga memiliki banyak prestasi, namun sangat jarang dipublish oleh media. Penilaian kinerja polri dinilai sangat baik oleh menpan, BPK, KPK, UKP-4 dan JSI (2011). Namun mungkin bagi media, bad news is a good news. Jadi prestasi yang baik jarang di ekspos.

Perlu diketahui juga, anggaran total untuk kepolisian hampir 40 T. Sebuah angka yang besar. Namun alokasi dananya 71% untuk gaji (28 T), 19% operasional (7,349 T), dan 10% untuk sarana dan prasarana (0,39 T). Tak seberapa bila dibanding kasus yang terjadi di Indonesia. Namun mereka tak bekerja atas dasar uang, namun rasa pengabdian untuk negara.

REFORMASI POLRI
Reformasi polri dilakukan bersamaan dengan reformasi Negara Indonesia, pada tahun 1998, yang dikenal juga sebagai buku biru polisi. Sejak tahun 2005, sudah dibuat Grand Strategy Kapolri (2005-2025) oleh UI. Dari grand strategy tersebut dibagi menjadi 3 renstra yang harus terus dijalankan dan dievaluasi keberjalanannya. Sasaran reformasi birokrasi adalah : (1) polri bersih, bebas dari KKN; (2) meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat; serta (3) meningkatnya kepasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

Bekerja sebagai pelayan masyarakat sipil, bukan bekerja secara militer. Kini arah geraknya juga banyak menyertakan masyarakat, lebih terbuka, dan aktif di berbagai komunitas. Membangun kepercayaan sehingga dapat mencapai sinergi untuk lebih optimal. Di dada kanan polisi kini terdapat Pin Pelayan Prima Anti KKN dan Anti Kekerasan yang melambangkan tekad yang kuat dari polisi sebagai pelayan dan sahabat masyarakat.

POLISI DEMOKRATIS
Emotional quotient cukup sering disebut-sebut oleh Pak Nanan. Rupanya dalam membentuk seseorang menjadi polisi, rasa ketaqwaan menjadi faktor utama. Dalam setiap apel pagi dan siang terdapat do’a yang memang dimaksudkan untuk terus menyadarkan diri dan sebagai jalan hidayah. Karena godaan dari berbagai kepentingan akan terus datang, dan kalau tidak kuat menghadapinya, akan terjerumus.

Ada yang disebut Politic of Policing, mengenai berbagai kepentingan yang tak bisa lepas dari kepolisian, yaitu : Political, Public Pressure, Policy, Pendidik/Peserta, Pengacara, Publish/media, Politism. Hal-hal tersebut akan menjadi masalah bila polisi tidak mempunyai karakter kuat untuk terus menegakkan hukum.

Sebagai penegak hukum, menjadi sebuah dilema bila dihadapkan antara menegakkan hukum dengan adanya HAM. Karena ini, polisi sering di cap tidak manusiawi. Padahal sebetulnya mereka memegang asas tegas humanis. Dalam aturannya, terbukti bahwa sebenarnya kepolisian membutuhkan masyarakat untuk terus mengawasi dan mengingatkan polisi. Keamanan dapat terwujud bila semuanya bersedia berpartisipasi dalam mewujudkannya.

Pesan Terakhir Kepada Civitas Akademika
Semua civitas akademika ikut mengawasi, mendukung melaporkan dan mengingatkan. Karena kedepannya, mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang akan datang, yang akan menggantikan kepemimpinan saat ini.

 ______________________________
Dibuat sebagai tugas mata kuliah umum Studium Generale Rabu, 19 September 2012
selesai pada 21 September 2012 :)
membuka pandangan lebih luas tentang kepolisian RI 
 
dan ini sedikit oleh-oleh bisa berfoto bersama hehe :)
(Captured by : Anjaritha, 2012)

Monday, September 24, 2012

tebak-intip dunia pekerjaan


Saya termasuk orang yang santai bila harus bertemu dengan seseorang. Maklum masih mahasiswa biasa yang ngga punya kesibukan apa-apa. Masa mahasiswa ini saya belum mengerti tentang kode etik dalam profesionalisme dunia kerja. Masih cupu, masih banyak salah, masih belajar karena belum banyak tau apa-apa.

Dengan tanpa perasaan apa-apa saya melangkah memasuki sebuah kantor perusahaan penjualan mobil, tempat dimana kakak saya bekerja. Tujuan kedatangan saya adalah untuk mewawancarai Bagian HRD terkait tugas Manajemen Sumber Daya Manusia. Tugasnya mengetahui struktur organisasi, posisi tertentu yang ingin dipelajari , serta tugasnya sehari-hari.

Sebelumnya saya sudah minta tolong kakak saya untuk menanyakan, apakah bisa  ngobrol-ngobrol terkait tugas analisis pekerjaan ini. Masuklah saya ke show room, bertemu respsionis, dan diminta tunggu di lantai 2, di ruang tunggu.

Singkat cerita, saya bertemu dengan orang yang dijanjikan. Lega rasanya karena diterima orang yang sangat terbuka. Setelah menjelaskan maksud kedatangan, saya diarahkan untuk bertemu atasannya di bagian HRD.

Perlahan tapi pasti saya buka pintu dan masuk ke dalam ruangannya, disambut dengan sebuah senyuman menyapa. Saya jelaskan kembali maksud kedatangan saya, dan kemudian inilah inti ceritanya.

Saya datang kesana tanpa membawa surat pengantar dari kampus. Bukannya saya tidak diajarkan untuk membawanya, tapi saya pikir saya memang hanya ingin berbincang sedikit saja, unformally, dan karena sudah sempat buat janji. Tapi ternyata mungkin tidak bisa seperti itu. Orang yang saya temui ini kan seorang profesional, bekerja dalam sebuah perusahaan, dan punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Dia juga tidak bisa memberikan informasi sembarangan. Setidaknya secara formal harus ada surat pengantar.
Saya ngga berhasil wawancara deh.
:)

* * * *
Banyak pelajaran yang bisa diambil khususnya oleh saya pribadi.
Mungkin saya masih terlalu polos (belum mengerti) tentang bagaimana dunia kerja.
Kepala HRD itu hanya menjalankan pekerjaannya, sebagai pekerja yang profesional. Saya harus belajar lebih mengenai adab-adab dalam perusahaan, sesuatu yang lebih serius dibanding kehidupan mahasiswa sehari-hari. Yang bukan bocah lagi, kehidupan orang dewasa.

* * * *
By the way, struktur organisasi dalam perusahaan itu sesuatu yang rahasia ya?

* * * *
Ketika kau meminta diberi kekuatan, Allah memberimu pengalaman untuk menjadi kuat :D

Wednesday, September 19, 2012

stronger

What doesn't kill you makes you stronger  
Stand a little taller
...
What doesn't kill you makes you fighter  
Footsteps even lighter
...

--Kelly Clarkson, Stronger

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...