Thursday, January 5, 2012

Ikhlas dalam memberi, sebuah analogi dari (maaf) buang air

image source
Bismillahirrahmanirrahim..

Hey, maaf saya ngga bermaksud untuk ngga sopan, belajar bisa dari mana saja kan?
:)

Bicara ikhlas bukan sesuatu yang mudah dilakukan, tapi setiap manusia tentu saja berupaya untuk itu. Kenapa? Karena kebaikan apa-apa yang kita lakuin kalo  ngga ikhlas karena Allah atau terbersit suatu keinginan terselubung, musti di cek tuh diterima ato ngga nya sama Allah. (Karena masalah niat itu sulit dideteksi, keserempet dikit bisa belok ke riya')

biar lebih nyambung, Ikhlas kalo secara bahasa, maknanya: 
bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah :
ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.


Sering kita dengar, ikhlas itu dianalogikan seperti (maaf) buang air. Hal ini baru saja diingatkan lagi oleh seorang ustadz, dalam suatu pengajian yang saya hadiri.
Kita ngga pernah --dengan sepenuh hati-- nginget-nginget kapan terakhir kita ngelakuin itu, atau hapal bentuknya gimana, atau akan berhilir kemana, dsb (ini tadi kata ustadznyaa hehe). Ya setelah kita melakukan itu, yang muncul adalah perasaan lega dan ngga berusaha mengingat-ngingat atau mengungkitnya lagi.

Nah, tadi pas di angkot, itu saya pikirin lagi, sampe ngotot mau ngejadiin ini bahan tulisan hehe, semacam upaya mengikat makna tea :)

Filosofi ikhlas memberi seperti analogi dari (maaf lagi) buang air,
Bener banget! Saya ingin mengupasnya secara lebih mendalam hehe
Sekarang temen-temen membayangkannya jangan hanya ketika kegiatan buang air itu SUDAH selesai dilakukan, tapi proses ketika bahkan PERASAAN INGIN buang air belum ada, jadi jauuh sebelum itu. (ini yang membuat analogi proses ikhlas lebih ngena).

Ini ilustrasi kalo orang sakit perut (kebelet) gitu ya :
Perut kosong -> makan banyak -> kenyang -> secara alamiah tubuh memproses (mengambil hanya zat yang diperlukan tubuh, membuang yang tidak diperlukan) dan HARUS dikeluarkan -> buang air -> lega dan lupa

Bandingkan dengan proses ikhlas dalam memberi (contohnya mau ngasi uang ke pengamen):
Hidup biasa -> dapat banyak rezeki uang (sadar atau engga) -> berlebih ->  secara alamiah memenuhi kebutuhan, namun masi menyisakan rezeki yg belum dimanfaatkan ->  memberi pengamen -> lega dan lupa

Mudah mudahan bisa dimengerti ya hehe
Yang ingin saya tekankan adalah
  1. ikhlas memberi sama orang lain itu pada dasarnya fitrah manusia, pada dasarnya fitrah kita itu baik dan ingin meringankan orang lain.
  2. Ikhlas memberi sama orang lain itu (krn itu fitrah kita) bikin kita jadi 'kebelet' untuk ngebuangnya alias buru-buru ngasiin ke orang lain
  1. Setelah itu kita lakukan, kita lega karena perut kita udah ngga sakit (sedekah sudah dilakukan, jadi ngga ada 'hutang'), timbul perasaan lega dan kemudian mudah kita lupakan bila proses ini dilakukan secara rutin.

Satu lagi, persiapkan diri selalu dalam keadaan 'kebelet'. Kebelet ngasi orang, kebelet  berbuat baik sama orang, dan kebelet lainnya :)

wah maaf ya kalau tulisan ini agak aneh
Hikmah bisa didapat dari mana saja bukan?
Sama sama belajar ikhlas lah ya,
Mudah mudahan maknanya sampe :D

Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”
-perumpamaan dari ibnul Qoyyim-


sumber pustaka lain yang pastinya lebih bergizi:
Bugi, Mochamad. 2008.


Kamis, 5 Januari 2012
22:37
kamar

Sunday, January 1, 2012

kebiasaan bertanya

Hand up for ask (http://www.bbc.co.uk/wales/audiencecouncil/sites/contact-us/)

"A person who asks a question might be a fool for five minutes. But a person who doesn't ask, is a fool forever."
Seseorang yang mengajukan pertanyaan mungkin bodoh selama lima menit. Tapi orang yang tidak bertanya, adalah orang bodoh selamanya..

ungkapan di atas saya dapatkan dari sebuah postingan Shadeed Abdulmateen dalam sebuah group di facebook : Youth Empowerment Congress.

Ada benarnya kan? Dalam keseharian saya cukup sering bertanya. Kadangkala itu saya lakukan berulang lantaran memang saya tidak mengerti, dan si penjawab mungkin hingga kesal menjelaskannya.Namun terkadang dalam sebuah kesempatan bertanya, saya sendiri tidak memanfaatkan itu, dengan alasan (yang saya munculkan sendiri dalam pikiran) bahwa pertanyaan saya itu adalah pertanyaan yang tidak penting untuk ditanyakan. Atau "pertanyaan saya ngga keren, terlalu dangkal, malah merusak flow". Atau bagian otak saya lainnya bahkan sudah mencoba menjawabnya sehingga saya tak perlu menanyakannya lagi.
Padahal bertanya setelah mendapatkan suatu materi itu salah satu cara untuk memperdalam pemahaman kita ya? Juga sebagai indikator apakah materi yang kita dapat itu benar-benar kita serap atau tidak?

Ya, ngga usah takut terlihat bodoh, berbahagia lah menjadi seorang yang mau belajar :)
I'll try :D

Ibunda Hajar (Resume Buku) #1


Perjuangan Siti Hajar pantas menjadi inspirasi bagi perempuan dan laki-laki muslim. Siti Hajar telah memanifestasikan semangat perjuangan, ketegaran, dan keteguhan hati perempuan dalam menghadapi cobaan Tuhan.
Saparinah Sadli, Pendiri Komnas Perempuan

Siti Hajar tidak pernah putus asa untuk terus berharap
akan datangnya pertolongan Allah. Upaya tak kenal lelah inilah yang
akhirnya mengundang barakah Allah.
Ir H Adiwarman A Karim, MBA, MAEP

Kekuatan akidah, kesabaran jiwa, ketawakalan hati, kekuatan mental, dan segala keutamaan yang tersemat pada sosok Siti Hajar adalah teladan bagi kita.
REPUBLIKA

Perpaduan iman-ilmu-amal yang terpatri kuat mengantarkannya sebagai wanita bermanajerial tinggi dalam menghadapi problem kehidupan.
KOMPAS

Tulisan ini merupakan upaya pengikatan makna yang dilakukan setelah membaca buku Ibunda Hajar: Kisah kekuatan Cinta, Iman dan Pengorbanan. Saat membelinya (dengan harga diskon tentu saja) beberapa hari lalu langsung saya ikhtiarkan untuk membacanya habis. Salah satu hal yang melatarbelakangi saya adalah sebetulnya saya ingin menggali filosofi dari nama saya! Hehe. Mungkin ide tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian: (1) resume : konten buku, opini mengenai buku, dan (2) filosofi nama ;)
Mari memulainya! Bismillah..



Buku Ibunda Hajar ini ditulis oleh Dedi Ahimsa. Saya suka cover bukunya karena nampak menarik dan misterius. Hehe. Buku setebal kurang lebih 177 halaman ini ditulis dengan gaya menceritakan kisah sejarah namun kita pembaca dapat menikmatinya sebagai untaian cerita. Isi bukunya terdiri dari 8 chapter bisa dibilang, dan tiap chapternya memfokuskan pada suatu kisah yang berbeda. Sebetulnya, pada awalnya saya pikir, buku ini benar-benar mengupas tentang Siti Hajar selengkap-lengkapnya, ternyata dalam penceritaannya memang mungkin tak bisa lepas dari Putri Sarah dan Nabi Ibrahim. Alur ceritanya agak flashback, bahasanya cukup enak, membuat kita mudah berimajinasi dengan gaya bahasa yang 'romantik', namun terkadang memang terasa agak kurang to the point (mungkin karena saya nya yang ngga sabaran hehe). Cerita yang ditulisnya berdasar, diberikan catatan kaki yang dapat dibaca oleh pembaca di halaman akhir sebagai rujukan. Sip!

Saya sangat tertarik sejak membaca di awal chapter: 
            1. Benih Untuk Tanah yang Mati. Di awal bacaan langsung disuguhkan kisah saat Siti Hajar ditinggalkan Nabi Ibrahim di Padang pasir Mekkah yang sedang musim kering,  tanpa sumber makanan dan minuman tersisa, tanpa adanya kafilah yang lewat,  suhu hingga 47 derajat, membawa ismail dalam dekapannya, dengan kondisi yang nyaris tanpa alas kaki. Diceritakan bagaimana perasaannya saat ditinggal Nabi Ibrahim, yang nyaris tak pernah menoleh ketika dipanggil. Menjauh.. Semakin menjauh.. Hingga terlihat hanya bayangan hitam saja yang semakin menjauh.

Wajahnya yang tampan tampak lelah lusuh bermandi keringat.. Tetes peluh jatuh satu-satu melewati ujung janggutnya yang memutih. Di tengah sahara yang memanggang, pandangan matanya itu menyejukkan. Bibirnya yang kering rapat terkatup. Tak terdengar sepatah kata pun. Ia hanya memandang wanita di hadapannya yang berdiri limbung dengan tatapan yang lembut.
Wanita itu mematung tak bersuara.. Ia hanya dapat berbisik dalam hati, sejatinya, aku takkan memintamu berkata-kata. Pandangan matamu cukup menyatakan apa yang tersimpan dalam hatimu. Aku dapat merasakan cinta dan kelembutan kasihmu. Aku tahu, dan aku yakin, cintamu tak pernah berubah sedikit juga. Luasnya padang pasir ini takkan kuasa menampung seluruh cintamu kepadaku, juga kepada putra terkasihmu..

Saya semakin penasaran, bukankah Siti Hajar adalah istrinya? Lantas mengapa tega meninggalkannya sendirian? Pertanyaannya akan terjawab di chapter-chapter berikutnya.
Disini dapat tergambar bahwa nabi ibrahim sangat mencintai istrinya, Siti Hajar, karena Allah tentunya. Tapi ingatkah dengan Sarah?

  1. Terdampar di Mata Air Cinta
Chapter ini menceritakan Siti Hajar. Dalam catatan kakinya dari Qishash al-Anbiya'  dikisahkan Hajar adalah putri seorang raja Maroko, keturunan nabi Shaleh a.s. Ayahnya terbunuh oleh Fir'aun Dzu Al-Arsy. Sementara riwayat lain menyebutkan Hajar adalah putri seorang raja Mesir. Pada intinya, saat Fir'aun di zamannya berkuasa, masyarakat dijadikan budak istana. Hajar yang latarbelakangnya bisa manajerial ditempatkan sebagai pemimpin budak budak wanita di istana.
Disini dikisahkan ketika Ibrahim datang bersama Sarah yang cantik jelita. Diakui ibrahim sarah adalah adiknya. Fir'aun yang menyukai wanita mencoba mendekati sarah, namun tidak tahu apa yang terjadi, Fir'aun terlihat ketakutan dan mengusir mereka berdua, kemudian menghadiahkan mereka seorang budak. Hajar lah orang nya, dan dia merasa menjadi orang  paling beruntung sedunia.

  1. Abu Rahim, Mata Air Cinta
Chapter ini mengisahkan sosok ibrahim yang meyakini keesaan Tuhan, Allah. Lahir di Ur, menentang adat dan kepercayaan kaum sekitarnya, bahkan ayahnya sendiri, Azar, Sang pembuat patung sembahan. Kecerdasan dan keyakinannya membuat raja Namrudz murka. Raja itu sebetulnya meyakini Tuhan Ibrahim, namun ketakutan akan hilangnya kekuasaan membuatnya gelap mata. Itulah yang membuat Ibrahim dibakar hidup-hidup di tengah lapangan besar dan disaksikan masyarakat luas. Sudah tahukan, mu'jizat api yang menjadi dingin? Allah yang memerintahkan api itu menjadi dingin dan melindunginya. Ibrahim kemudian pergi dan hijrah menuju Palestina untuk menyeru yang lainnya. Di persinggahan di daerah Haran, Ibrahim menikahi Sarah, Putri raja Haran. Punya keyakinan yang sama, menentang kepercayaan kaumnya yang menyembah berhala dan bintang-bintang.

  1. Cinta Tanpa Jeda
Di chapter ini Sarah dikenalkan sebagai putri raja Haran yang sepaham dengan Ibrahim mengenai kesalahan penyembahan berhala. Setelah menikah, berjuang bersama-sama menyebarkan ketauhidan kepada Allah. Di kan'an (Palestina) Ibrahim membangun sistem kemasyarakatan yang baik dengan mengenalkan berbagai teknik bercocok tanam dan pengolahan hasil bercocok tanamnya pada para penduduk. Keahlian menggembala dan kepiawaiannya dalam berdagang juga membuat Ibrahim dan Sarah mudah diterima masyarakat dan membuat daerah itu berkecukupan secara materi. Ibrahim yang disegani lama-lama timbul kedengkian dari sekitar, yang kemudian membawa-bawa ajaran yang dibawanya, dan mengatakan mereka adalah tukang sihir. Akhirnya mereka memutuskan untuk hijrah ke Qibthi (mesir). Di mesir sudah lebih maju, dikenal juga sebagai negeri yang kaya raya. Sistem pertanian dan olahannya baik, sistem irigasi dan bendungan dari sungai Nil baik, Tanahnya subur dan sitem budidaya perikanan juga baik. Ke negeri itulah ibrahim dan Sarah memutuskan berhijrah dan mengembangkan fikrah keislaman.
Ternyata mereka mendapati Mesir juga masih menganut kepercayaannya menyembah matahari, bintang, dewa dan aspek alam lainnya. Ternyata penduduknya lebih sulit menerima ajaran Ibrahim, ditambah lagi kuatnya pengaruh fir'aun di jaman itu (lihat lagi chapter 2 dimana Ibrahim mengakui sarah sebagai adiknya). Hal tersebut dilakukan ternyata semata-mata untuk pengambangan dakwah islam. Bila Ibrahim mengakui sarah sebagai istrinya, Ibrahim akan dibunuh, dan pengikutnya belum cukup kuat, sedangkan mereka belum juga memiliki keturunan. Awalnya sarah menolak, namun dengan kuatnya kecintaan pada Allah, mereka siap dengan segala resikonya.

  1. Suamimu Bukanlah matahari
Disinilah fase yang paling berat bagi seorang istri -menurut saya. Ketika akhirnya mereka hijrah ke Palestina, Sarah didera kehampaan. Sudah bertahun-tahun lamanya tidak juga dikaruniai keturunan. Hubungan Ibrahim-Sarah-Hajar sangat baik, layaknya keluarga yang saling mengasihi. Kondisinya hajar memang budak hadiah, namun sejatinya dia putri raja yang merdeka dan punya keyakinan bahwa Allah Tuhan Ibrahim lah yang patut disembah. Sampai pada suatu ketika, Sarah memnita Ibrahim menikahi Hajar agar didapatkan keturunan, Anak yang lahir menjadi anak Sarah dan Ibrahim. Berbagai penolakan dilakukan krn cintanya pada Sarah. Berbagai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi telah Ibrahim sampaikan, namun Sarah berkeras. Sebagai wanita ia merasa gagal, ditambah dorongan dari omongan masyarakat sekitar yang terus menghantuin pikirannya. Singkat cerita Ibrahim dan Hajar menikah dan memiliki anak, Ismail. Kelahirannya disambut sukacita. Namun ternyata Sarah tetap merasa hampa. Tentu saja membayangkan Suaminya harus bersama yang lain dalam satu atap. Sarah cemburu sebagai wanita, namun kecintaan nya pada Allah, Ibrahim dan Hajar yang membuatnya lebih bersabar.
Suamimu Bukanlah matahari, jangan pernah membagi cahayanya dengan siapapun. Ia adalah jantungmu sendiri. Kau akan mati jika membagi nya dengan orang lain.. Suamimu adalah jantung yang mengalirkan darahmu. Kau tak pernah bisa membagi  jantungmu dengan orang lain..
Sarah menggantikan tugas hajar dalam membereskan rumah dan mencuci ketika hajar tidak bisa. Dalam persalinanpun Sarah yang mengerjakan semua, membantu hajar dengan sukacita. Hingga tiba pada suatu masa, Sarah menginginkan hajar untuk pergi menjauh dari hadapannya. Sarah meminta Ibrahim membawanya ke tempat yang paling jauh hingga hilang dari pandangannya, kemanapun, ke negeri manapun. Sangat berat bagi Ibrahim. Kini Hajar telah menjadi ibu dari anaknya, mereka sudah tak terpisahkan, di satu sisi, sarah juga merupakan istri pertamanya yang setia , dan senantiasa berjuang bersamanya sejak dulu.
Ya, dengan memohon petunjuk Allah, Ibrahim membawa Hajar dan Ismail kecil melintasi perjalanan berbulan-bulan agar jaraknya jauh dari Sarah.

Semoga Allah melindungi kalian, bisik Sarah dengan suara yang lirih.


  1. Ismail, Tuhan Mendengar Pintaku
Arti nama Ismail adalah "Tuhan Mendengar". Pada chapter ini kita akan melihat perjuangan Siti Hajar bertahan dalam padang pasir yang panas tanpa sisa perbekalan lagi. Seperti pada chapter 1, dengan kondisi seperti itu, Siti Hajar tetap menggantungkan dirinya pada keyakinannya akan dibantu Allah. Bahwa harapan bahwa pertolongan Allah akan segera datang lewat manapun.
Ya Allah aku yakin Engkau tidak akan membiarkan kami menderita dan mati di lembah ini. Tapi apa yang harus kulakukan, sedangkan putraku semakin lemah dan kering.

Ilustrasi: Gurun Sahara (http://konnoyuki.blogspot.com/2010_11_01_archive.html)

Perjuangan yang dilakukan Hajar dapat kita lihat hingga kini terabadikan pada salah satu rangkaian ibadah haji, Sa'i, yaitu berlarian kecil antara bukit shafa dan Marwa. Keberaniannya meninggalkan ismail di pasir dan berikhtiar mendaki bukit shafa dan Marwa sebanyak 7 kali hingga kembali lagi ke anaknya merupakan hal yang luar biasa. Ismail yang semakin kehausan sudah tak memiliki air liur bahkan untuk membasahi mulutnya, hingga Hajar harus memeras keringatnya untuk menjadi sumber air bagi Ismail.
Maafkan bundamu Ismail, jika Allah menghendaki kematian kita disini, biarlah. Sia pasti akan mengambil kita ke sisi-Nya, dan melimpahi kita dengan kasih-Nya. Tapi bunda tak kan berputus asa. Tunggulah disini, bunda akan mendaki bukit itu lagi..
Hingga di akhir perjuangannya mencari kafilah dan sumber mata air, dari kaki Ismail terpancar sebuah sumber mata air.
Zami, zami, berkumpullah, berkumpullah..

  1. Makkah, Lembah yang Diberkahi
Peradaban baru segera lahir. Sumur air zamzam itu berada di bawah manajemen Hajar. Kafilah yang singgah diperbolehkan mengambil manfaatnya namun sebagai gantinya menukarkannya dengan hewan ternaknya. Bani Jurhum kemudian memutuskan menetap di sana dan bermasyarakat. Secara otomatis hajar mendapat keluarga baru, komunitas baru, yang menyayanginya dan menyayangi ismail. Kebijaksanaan, keberkahan, dan karakter hajar yang begitu tabah, kuat dan sabar membuatnya menjadi pemimpin. Latar belakangnya sebagai putri dari seorang raja membuatnya lebih mudah dalam mengelola masyarakat.  Pengalamannya bersama ibrahim juga semakin memperkayanya. Pondasi sosial dan ekonomi berhasil terbentuk, semakin hari makkah menjadi pusat aktivitas perdagangan. Dakwah islampun semakin mudah dilakukannya. Dan terjawab sudah alasan Hajar ditempatkan Allah di tempat itu.
Terimakasih ya Allah, Engkau tak Pernah menyalahi janjiMu..

  1. Ujian Terakhir
Hajar kini sangat bahagia, namun tampaknya ujian Allah belum juga usai. Ketika dulu kebahagiaan meliputinya kala bersama keluarga Ibrahim,  hingga harus menerima kepahitan berpisah, hingga berbahagia lagi di Makkah ini, kini ujian kembali menerpa keimanannya.
Dikisahkan ada seorang laki-laki datang ke hadapan Hajar dan memberitahukan bahwa Ibrahim datang untuk menyembelih Putranya. Hajar tidak percaya begitu saja, namun laki-laki itu terus mengatakan hal yang negatif. Hajar lalu melemparinya dengan batu. Dia percaya bahwa apapun yang dilakukan Ibrahim adalah kehendak Allah. Dia hanya sedikit menyesal mengapa tak sempat berlama-lama dengan ismail.
Kemudian Ibrahim datang bersama ismail. Ternyata Ibrahim memang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Ibrahim, namun karena keimanan dan keikhlasannya, Malaikat diperintah allah untuk mengganti Ismail menjadi seekor hewan. Ismail tidak takut, dia percaya dan pasrah bahwa kalau itu perintah Allah, maka harus dilaksanakan. Laki-laki yang tadi mendatangi hajar juga mendatangi Ibrahim, itu iblis yang ingin mengganggu. Ibrahim pun melemparinya dengan batu. Hal yang sama dilakukan Ismail juga.
Ya, Ismail tumbuh dibawah naungan kasih sayang Hajar, hingga besar memiliki kecintaan yang besar kepada Allah.
Ibrahim harus kembali ke Palestina, cintaya pada hajar berlandas cintanya yang sangat besar kepada Allah.
Laki-laki itu masih seperti dulu, seperti saat kami pertama bertemu. Hanya warna rambut, warna kulit, dan bentuk tubuh yang berubah. Selain itu, semuanya abadi, seabadi cintaku padanya..

TAMAT
:D
nampaknya bukan untuk dijadikan sumber sejarah, tapi ini buku yang bagus untuk merasakan dan menyelami langsung perjuangan kisah hidup seorang Siti Hajar .
Mohon maaf atas segala kesalahan. Mudah-mudahan bermanfaat atau bisa diambil ibrahnya :)

Ahad, 1 Januari 2012
18:53
kamar


Identitas buku:
Ahimsa, Dedi. 2009. Ibunda Hajar: kisah kekuatan cinta, iman, dan pengorbanan. Jakarta: Penerbit Zaman.

Saturday, December 31, 2011

Suasana Kongres VIII IA ITB 2011


Rangkaian acara Kongres ke-8 IA ITB 2011 berlangsung selama 2 hari pada tanggal 2-3 Desember 2011  di Gedung Aula Barat ITB. Kongres tersebut inti acaranya adalah mendengar Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus Pusat IA-ITB periode 2007 – 2011 (diketuai Hatta Rajasa TM'73) dan pemilihan ketua IA-ITB yang baru periode 2011 – 2015 di hari kedua. 
Suasana di dalam gedung Aula Barat ITB Hari Pertama (2 Desember 2011)
 
Suasana lebih meriah di hari pemungutan suara (Sabtu, 3 Desember 2011). Panggung  besar di depan gerbang ITB, di dalam kampus, stand-stand, berbagai pengisi acara dan media kampanye para kandidat.

Suasana Hari Pemungutan suara di sekitar Boulevard ITB, meriah dengan berbagai acara dan dekorasi calon Ketua IA ITB

Papan Skema Prosedur Verifikasi dan Pemungutan Suara TPS kampus ITB yang dipasang di sekitar Aula Timur (tempat pemungutan suara).
Disediakan fasilitas fotocopy gratis bagi pemilih untuk memudahkan proses.

Suasana Hari Kedua dalam Gedung Aula Barat ITB. Ketua terpilih (SUM) berfoto bersama keempat kandidat lainnya (Amir Sambodo, Hermanto Dardak, Dasep Ahmadi, Nining I Soesilo), Mantan Ketua IA Hatta Rajasa, rektor ITB Pak Akhmaloka, dll.

Ketua IA ITB Terpilih, Sumaryanto Widayatin (SI '74). 

Setelah semua kerjaan beres, Foto bersama teman baru :D Yani dan Aulia :)


Selamat Mengemban amanah pak! Saya belum dapat banyak menyebutkan dampak apa saja yang sangat signifikan dapat terasa dari IA ITB pada mahasiswa ITB. Mudah-mudahan semakin baik dan dampaknya semakin terasa terutama bagi kami yang masih mahasiswa :)
Amin Ya Rabb

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater
SALAM GANESHA!

Tuesday, December 27, 2011

kok rasanya lucu..

bismillah..

jadi saat di suatu ketika kamu merasa masalahmu sangat kronis dan sebegitu parahnya hingga memengaruhi hampir semua aktivitas kehidupanmu. Kemudian ingin rasanya memanggil seorang ahli kejiwaan (atau psikolog lah ya..) yang dapat membaca semua permasalahanmu. Dan karena bahasamu saat itu sedang sulit dimengerti dan sulit diungkapkan, kau berharap dia sudah mengerti akar permasalahannya dan men-judge sajalah apa yang terjadi padamu.
(saat itu mungkin pikiranmu terlalu lelah untuk terus mencari tahu apa yang sebetulnya terjadi pada dirimu)


kemudian, kamu mencurahkannya. mencurahkannya pada seseorang. Namun apa yang seharusnya kau sampaikan malah tak kau sampaikan, sehingga masalah yang kau ungkapkan terdengar lebih sederhana dari yang kau rasa.

Akhirnya dia menyimpulkan bahwa kamu baik-baik saja, hanya perlu sedikit waktu untuk memperbaikinya.
(sangat jauh dari ekspektasimu yang berharap kau dikatakan sedang dalam kondisi terburuk)

lega karena dikatakan 'dalam kondisi baik'
tapi ngga rela dibilang masalahnya cuma masalah kecil.

tuh kan ngeyel, katanya pengen masalahnya segera selesai?


ada ada aja ya.. hajah.. hajah..  

Dan, cukuplah Rabb-mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.
(QS. Al-Furqan: 31)

27 Desember 2011
19:56
kamar

Mengapa Iqra' ? (part 2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya Mengapa Iqra' ?, satu tema, perluasan dari Iqra'.

Islam sangat mementingkan dan mendorong umatnya untuk bekerja keras menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dr. Aijazul Khatib, cendekiawan Universitas damaskus menyebutkan bahwa "Tidak ada yang begitu mementingkan upaya penelitian terhadap alam semesta selain dari Al-quran. Lebih dari 750 ayat-ayat Al-qur'an (yang merupakan 1/8 dari seluruh jumlah ayat Al-qur'an) mengajak dan memerintahkan kaum Mukminin untuk mempelajari alam semesta ciptaan Allah ini". Tujuannya untuk direnungkan (dzikrullah), dipikirkan, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan seluruh umat.

Pantas saja dalam sejarah dunia, islam menjadi pemimpin peradaban dunia selama 7 abad lebih! Sekitar 700 tahun! (Abad ke-7 hingga ke-14 Masehi). Karena saat itu umat islam bersungguh-sungguh mempelajari warisan kemajuan peradaban umat manusia dari berbagai sumber, seperti Babilonia, Mesir, Yunani-Romawi, India, dan China. Tidak sampai disitu, umat Islam mengkaji dan mengembangkannya.

Brifault, seorang sarjana Inggris menyatakan:
"Bangsa Yunani memang telah memulai mensistematisasikan, menggeneralisasi  dan menteorikan. Namun cara-cara yang tekun dalam perincian, observasi yang mendalam, dan pengujian melalui eksperimen ilmiah, adalah merupakan suatu hal yang asing bagi watak bangsa Yunani. Apa yang kita sebut sebagai ilmu pengetahuan (sciences) adalah hasil dari metode baru eksperimen, observasi dan pengukuran teliti yang telah diperkenalkan oleh orang-orang Arab-Muslim. Metodologi dasar ilmu pengetahuan adalah sumbangan yang sangat penting dari peradaban Islam."

Saatnya sadar dan membuka mata terhadap sejarah kita sendiri. Kalau ada anggapan umat islam saat ini bodoh dan tertinggal, bukan karena ajarannya, tetapi karena faktor pelaku-pelakunya. Ingat bahwa Islam pernah memimpin peradaban dan terbukti sejahtera selama kurang lebih 700 tahun!
Mungkin terlalu abstrak kalau bahasan kita seluas dunia,  tapi seharusnya bisa kita mulai dari Indonesia. Seperti sebuah tulisan yang saya temui akhir-akhir ini yang banyak beredar disebuah  situs jejaring sosial:

Teman-teman, hanya mau sharing. Berikut ada cerita nyata yang menarik untuk Indonesia yang lebih baik!! Selamat membaca :)

Suatu pagi, kami menjemput seseorang klien di bandara. Org itu sdh tua,kisaran 60 thn. Si Bpk adalah pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.
Beliau berkata,"Ur country is so rich!" Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia,"lanjutnya.
"Everything can be found here in Indonesia, U don't need the world. Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia!

Singapura is nothing,we can't be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami, apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia, ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami, org Indonesia semua yg berobat. Trus,kalian tau bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya,bener2 panik. Sangat terasa,we are nothing.

Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras. Liatlah negara kalian, air bersih di mana2, liatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis, krn pasirnya mengandung permata. Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sbg peluang.

Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG- EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! Plis share ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia...

--
Ayu Yeriesca
Department of Economics
Faculty of Economics
University Of Indonesia


Luar biasa ya?
Terlepas dari segala fakta di lapangan, mari jadikan sebagai motivasi.
Mari berpikir global, dan beraksi lokal
Mulai dari Indonesia
bismillah..

"mudah-mudahan saya bisa jadi salah satu bagian dari solusi, bukan jadi beban yang harus dicari solusinya."
amiin


Pada 19 desember 2011
08:05
Kamar 404

Tuesday, December 20, 2011

bukan bodoh, namun belum menemukan energi minimumnya..


"Tidak ada manusia yang bodoh. Hanya saja, manusia seringkali salah tempat dan tidak menemukan energi minimumnya." 

Demikian disampaikan Alfathri Adlin, pengkaji budaya dan agama, pada kuliah umum bertajuk Pendidikan dan Agama di Gedung Sayap Selatan (GSS) C Masjid Salman ITB pada Senin (29/11) malam.
 Kegiatan ini merupakan rangkaian serial kuliah umum Beragama dalam Pergolakan Budaya yang diselenggarakan Divisi Pengkajian dan Penerbitan (DPP) YPM Salman ITB.

Dalam hal ini, Alfathri mencontohkan dengan Albert Einstein, si penemu teori Relatifitas. Einstein ketika Sekolah Dasar, memiliki nilai buruk di setiap mata pelajarannya, kecuali Matematika. “Namun, ketika sudah dewasa, siapa sangka pada abad 20 ini kita mencatat Einstein sebagai orang yang jenius?” tanya Alfathri pada peserta kuliah.
Pun dengan Thomas Alfa Edison. Alfathri bercerita ketika Edison duduk di Sekolah Dasar, dia dipulangkan dari sekolah karena bodoh dan tidak bisa diajari oleh guru. Meskipun begitu, Edison bisa menjadi penemu bohlam.

Lebih lanjut, Alfathri menuturkan bahwa orang-orang seperti Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison tampak bodoh karena mereka hanya memiliki 1 kemampuan.
 Namun, Einstein dan Edison mampu menemukan energi minimumnya dan mengoptimalkan kemampuanya. Sehingga tak heran bila mereka bisa tercatat dalam sejarah sebagai orang-orang yang mengubah dunia.
Dalam hal ini, Afathri mengibaratkan lampu berdaya 10 watt. Bila sebagai bohlam, lampu tersebut hanya digunakan untuk tidur. “Namun lihat bila (lampu berdaya 10 watt) difokuskan menjadi laser. Daging pun bisa tembus,” tandas Alfathri.
Pun dengan manusia, lanjut Alfathri. Bila perhatiannya buyar ke berbagai hal, diibaratkan seperti minyak tumpah di lautan. Minyak tersebut tampaknya menyebar. Namun bila manusia mencelupkan jarinya, akan diketahui bahwa lapisan minyak tersebut dangkal.
“Lebih baik menguasai satu bidang, tetapi fokus, dibandingkan banyak bidang tetapi dangkal,” nasihat Alfathri.

source : http://salmanitb.com/2010/12/bukan-bodoh-hanya-tidak-menemukan-energi-minimum/
written by : Yudha P Sunandar
image source : www.wallpaper23.com/full.asp?ID=2720&R=1680x1050

Monday, December 19, 2011

Mengapa Iqra' ?


"Bacalah, dengan (menyebut) nama Rabb-mu Yang Maha Menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan Rabb-mulah yang Mahamulia. Yang mengajarkan ilmu (kepada manusia) dengan (perantaraan) kalam. Mengajari manusia apa-apa yang belum diketahuinya.."
(QS Al-Alaq 96 : 1-5)

Mengapa Firman Allah yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca? Mengapa iqra', padahal beliau adalah seorang yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis)?
Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur'an menjelaskan bahwa iqra' terambil dari akar kata yang berarti 'menghimpun', sehingga tidak harus selalu diartikan 'membaca' teks tertulis dengan aksara tertentu. Dari pengertian 'menghimpun', lahir aneka ragam makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca, baik teks tertulis maupun yang tidak tertulis.

Iqra' (bacalah)!
Kemudian muncul pertanyaan.  Tetapi apa yang harus dibaca?? "Ma aqra?" tanya Nabi - dalam suatu riwayat-- setelah beliau kepayahan dirangkul dan diperintah membaca oleh malaikat  Jibril. Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi rabbika (dengan /atas nama Tuhanmu), dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.

Iqra' berarti:
Bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacaah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah dan diri sendiri. Sehingga objek perintah ini mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Kita lihat adanya pengulangan perintah Iqra' pada firman Allah yang pertama tersebut mengisyaratkan bahwa kecakapan dalam membaca diperoleh dengan mengulang-ulangi bacaan, dilakukan hingga mencapai batas maksimal kemampuan, dan mengulang bacaan atas nama Allah akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga.

Sungguh, perintah membaca merupakan hal yang paling berharga yang diberikan pada manusia. "Membaca" dalam berbagai maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta syarat utama membangun peradaban. Sudah terbukti pada abad 7-14 ketika Islam menjadi pemimpin peradaban dunia.

Wow ternyata sudah diperintahkan ya?
Mari amalkan perintah tersebut. Yang selama ini jarang baca, ayo diluangkan. Yang selama ini bacanya ngga efektif, ayo belajar mengefektifkan. Salah satunya dengan menuliskan hasil bacaan juga, bisa baca resume pengantarnya disini.

Iqra'! :D

Senin, 19 Desember 2011
07:30
Kamar 404

__________________________________________________________________________________
Pustaka:
Samantho, Ahmad, Y. 2002. Jurnalistik Islami: Panduan Praktis bagi Para Aktivis Muslim. Jakarta Selatan : Penerbit Harakah.
Image source : 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH6Ks4nXCeE9IA-_HJKY7cp6bWl6YgqeMGS7v0myWoBLa20KEvAFiab3BvL1N_AfHLcmwKmPJivXzfWVGQh4tc3bY1J2LvITvBj3yEq2CZML79etzWCZmHN6N0YAnRCIq7om2RrbSzGLEy/s1600/kid-reading-book.jpg

Sunday, December 18, 2011

Pencil VS Tubes

Hanya lintasan pikiran.
Biasanya tiap akhir beberapa mata kuliah praktik ada semacam tugas/ proyek akhir.
kami di biologi dan mikrobiologi ITB biasa menyebutnya dengan
"Pencil",  Penelitian KECIL

sedang kawan-kawan dari jurusan informatika atau elektro (STEI), yang saya tahu mereka menyebutnya
"Tubes", Tugas BESAR


Apakah ada dampaknya secara psikologis bagi para mahasiswanya?
#justsayying

_____________________________________________________
Terlepas dari istilah yang digunakan, keduanya membutuhkan effort yang luar biasa. Yang jelas perbedaan antar keduanya adalah objeknya. Makhluk hidup yang kami jadikan objek penelitian ini biasanya harus selalu dipantau perkembangannya. Kalau ngga, misal hewan/tumbuhannya mati sedangkan data belom diambil, jadi harus ngulang lagi dari awal deh.
:)

Astaghfirullah, Centil..

Saat sedang di rumah, 16 Desember lalu..

C (Caca) : "Tante fya ga sekolah?"

S (Saya) : "Ngga."

C : "Libur?"

S : "Iya"

C :  "Asiik!"

S : "Kenapa?"

C : "Kirain udah ketemu pangeran."

S : "Hah, pangeran apa?"

C : "Pangeran kodok hijau"

S : "nggg.." 


 * * *

Persis saat saya baru sampai rumah setelah dari asrama dan ketemu Caca..

S : "Kakaa!" (dengan tangan terbuka dan wajah sumringah)

C : "Astagfirullah.. Centil."

S : .....

XO
(ga ngerti lagi)

 _____________________________________________________________________
Caca adalah keponakan saya. Lengkapnya Keisya Alya Al-Muttaqin.
Anak pertama dari 3 bersaudara. Sekarang caca kelas 1 SD 
Centilnya minta ampun hehe :')
Semoga jadi anak shaleh ya
amiin

Thursday, December 15, 2011

Finally, The End of 5th Semester :')

Alhamdulillah..
Semester 5 2011 di jurusan Biologi SITH ITB sudah berakhir..
Ujian (saya) sudah selesai sejak Selasa lalu (13 Des 2011)

Semester 5 itu kalo saya bilang, ajaib!
beda banget sama semester lainnya, bahkan sama kehidupan saya :p
Habis UAS, rasanya hidup tenteram krn ngga ada tugas laporan yang manggil manggil hehe

"Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.." (QS Al-Insyirah : 6)

SEMESTER 5 ADALAH:

Semester Kuliah Lapangan
Taman Nasional Baluran Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Situ Lembang, Waduk Saguling.
Yang ekuivalen dengan banyaknya laporan besar (otomatis ini mah ya), dan banyak memanfaatkan waktu nge lab di lab ekologi, sebanding juga dengan punya kelompok project ecology yang top markotop :D
Asisten proyek ekologi yang pasti riweuh nya berkali kali lipat daripada kami, para praktikan.
Ibu Endah, Pak Gede, Dosen JEMPOLAN! :D
Terima Kasih Banyak! :3
Padang Savanna, Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
image source: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.136267716478198.22926.100002849113132&type=1
di Bromo, satu semester bersama kelompok 3 proeko, atchulaah (citra style).


Semester Yang Paling Sedikit Aktif di Organisasi

ini mungkin ngga semua orang ya, tapi mungkin krn beban perkuliahan yang menuntut lebih, manajemen waktu yang lebih baik dan pemahaman yang cepat, saya jadi terkesan banyak melepas amanah di organisasi. Niatnya supaya akademisnya terkejar Tapi walahu 'alam, tiap orang berbeda. Saya malah ngerasa manajemen waktu lebih buruk tanpa berorganisasi. Wah wah, doakan mudah mudahan hasil akhir nya baik ya..?
Mohon maaf untuk segala kelalaian yang saya lakukan..


Semester Ekonomi Bergejolak

Semester ini saya mulai berjualan pulsa lagi, sedikit sedikit, alhamdulillah buat minimal memenuhi kebutuhan pulsa sehari hari. Semester ini jg alhamdulillah beasiswa PPA udah turun setidaknya ngga bikin orangtua kesulitan. Semester ini udah mulai juga ngajar les privat, anak SD kelas 5 sih, dipikirnya gampang, ternyata lebih susah secara psikologis, apalagi kalo anaknya nangis stress krn ga bisa jawab pertanyaan. ckckck. Semester ini juga pernah dapet proyek kerjaan kecil, yah gimana kita nyikapinnya sih, pengalaman. Di semester ini pula kerasa banget saya banyak ngeluarin uang, Ya itu tadi, proek ekologi yang memakan biaya ngga sedikit, dll. Alat-alat kulap sebaiknya memang dicicil dari awal. Alhamdulillah juga udah bisa beli netbook, setidaknya ngga terus merepotkan teman2 asrama khususnya 404 :').
image source : http://www.shutterstock.com/pic-57028609/stock-photo-coins-and-green-plant-isolated-on-white.html
 sisanya, kulanjut nanti ya! :D


15 Desember 2011
09:54
kamar 404

Wednesday, December 14, 2011

nginjek kaca, bius pake air es

bismillah..
seperti yang dapat dilihat dari judul tulisan ini, saya mau cerita kejadian di dapur asrama tadi sehabis isya.

sebut saja ayu-- tiba tiba mengangkat sebelah kakinya sambil mengaduh. rupanya kakinya menginjak pecahan kaca yang entah berantah dari mana asalnya. saya pikir serpihan biasa, tapi kalau dilihat ternyata cukup besar dan dalam. langsung diicabut sakit banget katanya.

sampai akhirnya pecahan kaca itu berhasil dicabut, rasa sakitnya ngga kerasa.
tau kenapa?

rendam kaki dalam air dingin banget (air es), sampai kerasa mati rasa, cabut kacanya.
semacam bius gitu, karena kondisi dingin beku kan memang suka bikin mati rasa. (ngalihin fokus juga)

kalo kurang yakin dicoba aja
selamat mencoba! :D



14 Desember 2011
20:25
kamar 404


image source : http://telukbidaraku.blogspot.com/2009/05/kaca.html

Monday, December 12, 2011

run!

Pagi ini seperti biasa,
shalat subuh di masjid,
tilawah quran sedikit,
berdoa dalam sujud,
dan
terbangun dengan masjid yang sudah sepi -_-
hihi

memandang keluar jendela, lihat lapangan rumput salman di pagi pagi buta.
terbersit keinginan yang belum pernah terpikirkan selama berada di asrama salman.
LARI PAGI DI LAPANGAN RUMPUT!

Ya, kenapa tidak?
tadinya mau kumulai hari ini juga.
tapi bimbang.
bergerak pergi menjauh menuju tangga ke lantai 2, tapi kemudian berbalik, dan melihat lapangan rumput kembali, sambil menghirup oksigen segar cuma-cuma dari Sang Maha Pencipta

Mau lari, tapi rasanya malu dan ngga jelas kalo lari sendiri.
berbalik badanlah lagi ke tangga.

namun tak sadar kaki sudah melangkah ke lapangan rumput,
perlahan demi perlahan..
sampai di ujung dekat gerbang..
lalu,

lari deh sampe lantai 4!
:D

image source : http://jolitaasmara.blogspot.com/2011/04/often-at-times-unexpected-to-me-this.html


ajakin yang lain ah besok :)

12 Desember 2011
21:17
warnet asrama lantai 4
di tengah-tengah belajar ekologi :)

Sunday, December 11, 2011

24 Tahun Gerakan Intifadhah



Allah
Yang Maha Melihat 
Maha Mendengar 
Maha Mengetahui
Segala sesuatu 
untuk hidupku
untuk hidupmu
untuk hidup kita

-potongan syair lagu Surat Cinta dari Palestina, Ebith beat A-
24 Tahun Gerakan Intifadhah

11 Desember 2011
13:14
tangga menuju lantai 5

Friday, December 9, 2011

14.59

Deadline laporan dan powerpoint proyek akhir mata kuliah ekologi adalah hari ini (9 Des 2011) pukul 15.00
dan laporan kelompok ku dikumpulkan pada pukul 14.59

Nyaris..


terimakasih buat mbak tami yang tadi nyuapin segala hehe
terimakasih dan maaf buat 404 yang bersedia jadi kapal pecah dulu


kawan kawan kelompok 3 proeko (fadi, silat ka nuke, citra, vania, udin), asisten ka elgi 'maman'
maaf banyak kekurangan, terimakasih segalanya.
mudah mudahan presentasi besok lancar
dresscode besok pake baju muslim putih dan khusus cowo pake peci ya :)

Saguling I'm in Love dah :)
Waduk Saguling Desa Maroko - Penuh eceng gondok


9 Desember 2011
23:15
kamar 404

Thursday, December 8, 2011

zakatkan fitrahmu :)

The best way to cheer yourself up is to try to cheer somebody else up
-mark twain-


Jadi ingat materi pengajian di warung bobotoh sulanjana kamis lalu.
temanya "Zakatkan Fitrahmu"

ngga ikut keseluruhan sih,
tapi yang paling ngena adalah ini:

Kadang saat kita sedang fokus, sangat fokus pada tujuan kita, kita jadi lupa akan sekaliling kita.
Kita terlalu sibuk dengan diri sendiri, sibuk dengan menolong diri sendiri saja.
Padahal fitrah kita itu adalah berbagi, berbuat baik, membantu orang lain.

itu fitrah, liat jauh di dalam dirimu
pasti sehabis menolong orang, senang kan?

Intinya, saat sibuk dan fokus pada tujuan,
jangan lupa lihat sekeliling
karena kita ngga tahu amalan mana yang akan menolong kita
ikhlaskanlah.


#maaf untuk kekurang-care-an saya, mudah-mudahan setelah ini selesai, saya kembali
:)

8 Desember 2011
22:37
kamar 404

Tuesday, December 6, 2011

what species?

Serangga yang ditemukan di dapur asrama putri!
23 November 2011
07:19

ini mukanya, barangkali ada yang kenal :

hehe

spesies apa ya?
:3

#malas ngiden hehe

Monday, December 5, 2011

ADA FOGGING! KONDISIKAAN!

Masuk pekan ujian akhir..
Jadwal Ujian semester 5 plus tiket masuk nya:
1. Senin : Bioteknologi Tumbuhan (12.30-15.30) Oktagon @9017
2. Selasa : Biokonservasi (09.15.12.15) @9301, 9302 + laporan kulap
3. Rabu : Probis (07.00-09.00) @9022, TVST C + logbook + laporan pisang + revisi laporan hewan
4. Kamis : Biologi Sel Molekuler (07.00-09.00) @ 9103, 9104
5. Senin depannya lagi : Proyek Ekologi (12.30-15.30) @9307, 9308
6. Selasanya : Ekologi (12.30-15.30) @9213, 9214

Jadi inget pekan lalu pas mau ujian 3 Biostatistika.
1 bab terakhir belum saya review. Niatnya jam 8 setidaknya baca dulu, jam 9 baru ujian.
ternyata


ADA FOGGING!! KONDISIKAAN!
walhasil beberes lah saya.
dan 1 bab terakhir itu ngga sempet kebaca.-_-






itu akibatnya kalo manajemen waktunya kmrn blm bener.

tapi setelah ujian aga tenang, mudah-mudahan hasilnya baik.
doakan ya :)

Sunday, December 4, 2011

orang cacat seperti itu hanya akan merepotkan saja..


Di angkot dalam perjalanan menuju STKS saya denger cerita merinding. Entah nyata atau fiktif, tapi sambil agak kesal karena ngetem, kami merinding:

Seorang tentara muda yang usai berperang menelepon orangtuanya dan memohon ijin untuk dapat membawa serta temannya yang cacat akibat perang. Tangan dan kakinya buntung, sehingga terlalu menyedihkan bila tidak ada yang merawatnya.

"Ayah, bolehkah saya membawa serta teman saya? Tapi dia cacat, 1 tangan dan 1 kakinya tidak ada karena terkena ranjau musuh. Saya tidak tega meninggalkannya bila harus sendirian disini."

"Sudahlah, orang cacat seperti itu hanya akan merepotkan saja. Kau pulang saja tanpa harus membawanya."

Singkat cerita, Anak tersebut tidak jadi pulang, barangkali kondisi temannya itu sangat memprihatinkan. Orangtuanya pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menunggu kepulangan anaknya.

Hari berganti bulan, waktu demi waktu, tentara muda itu tak kunjung pulang. Orangtuanya pun berpikir untuk menjenguknya, paling tidak untuk melepas rindu.

Sesampainya di negeri tempat tentara muda itu berada, dikabarkan ada seorang tentara yang jatuh dari gedung. Menurut saksi mata setempat ia bunuh diri dengan lompat dari gedung dan diperkirakan karena putus asa. 

Orangtua tadi berpikir bahwa teman anaknya itu mungkin sudah putus asa. Walaupun sudah dirawat anaknya, tapi keadaanlah yang membuatnya putus asa hingga bunuh diri.

Sampai ketika jasadnya dilihat --tentu saja orangtua mengenali wajah anaknya sendiri,
wajah anaknya lah yang terkapar kaku disana,
dengan tangan dan kaki yang buntung sebelah...


* * *
setelah mendengar cerita itu, saya berpandangan dengan teman saya.
ngga paham awalnya. (karena samar-samar dengernya)
hehe

setelah tanya dan diskusi, ternyata..
ah, merinding!


Ya Allah,
saat jadi orangtua nanti, semoga hamba sudah siap dan terjaga kata-kata dan hati hamba ya..
ngga kebayang perasaan anaknya gimana saat dibilang "akan merepotkan".
pasti orangtuanya nyesek banget
T_T


4 Desember 2011
22:43
Kamar Ifa, Lantai 2, Rumah Margahayu Raya


* * *
sumber cerita : radio di angkot kelapa-dago menuju lokasi DKT Gamais di Masjid STKS. 24 November 2011, saya hanya bisa ikut malam itu saja, karena tanggal 25-26 saya musti ke waduk saguling buat proyek akhir mata kuliah ekologi.
sumber gambar : http://wallpaperexprees.blogspot.com/2011/06/fine-army-wallpapers.html

Saturday, December 3, 2011

Silence of Love :'(


Iklan asuransi Thailand sih, tapi
Tidak perlu banyak penjelasan, 

"''There a no perfect father,
but a father will always love perfectly
Remember to care for those who care for you"
:'(

sumber youtube : http://www.youtube.com/watch?v=3at64I7H9-c

mr. trouble mungkin sedang frustasi

sumber gambar: http://qtobae-qtoalone.blogspot.com/2011/05/love.html


Sekitar 21 November 2011 lalu saya dapat sms dari seseorang yang nomornya tidak dikenal, yang setelah dibalas pun tak menjawab. Isinya begini:
"Bahkan dibalik sikap yang paling menjengkelkan  pun tersembunyi orang yang frustasi, yang berteriak mencari perhatian." (R. Carlson)
Disitu saya mengiyakan. Masih banyak juga saya temukan, masih ada beberapa kawan yang dengan mudahnya membicarakan aib, kekurangan, keburukan seseorang. Bahkan saat saya disitu pun, yang tak bisa banyak berbuat, jadi bisa mendengarkan.

saya sendiri memilih untuk tidak membicarakan keburukan orang, karena sungguh, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Tiap orang punya sisi baik dan buruk. Barangkali orang itu sedang proses perbaikan diri. Barangkali yang kita lihat hanya sisi jeleknya.
refleksikan pada diri kita, bagaimana rasanya bila aib kita diperbincangkan?

Bersikap khusnuzhan setidaknya tidak mengotori hati kita (yang tanpa dikotori sudah pasti kotor).
Bersikap khusnuzhan secara tidak langsung membantu meringankan beban orang itu dari merasa diperhatikan orang.

Karena orang yang terlihat sedang baik-baik saja, mungkin tidak begitu.
mungkin ia sedang menutupi apa yang sebetulnya terjadi pada dirinya.
mungkin sedang ada masalah, mungkin otaknya dipenuhi berbagai beban pikiran.
mungkin akademisnya jelek, mungkin ada masalah keuangan, mungkin ada masalah pertemanan atau berjuata masalah lainnya, yang kadang kita sepelekan..

carilah sejuta alasan untuk tidak berburuk sangka!
yah, kalo kata aa' gym, jagalah hati..
insyaallah..

Sabtu, 3 Desember 2011
13:27
Aula Barat ITB

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...